Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Penyakit Kronis Sulit Disembuhkan, Dinkes Aceh:  Ini Sebabnya

Penyakit Kronis Sulit Disembuhkan, Dinkes Aceh:  Ini Sebabnya dr iman murahma 1536x1065 1
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, MKM. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Penyakit kronis adalah kumpulan penyakit yang membutuhkan penanganan yang panjang dan menguras biasa. Lantas, apa itu penyakit kronis itu?

Secara sederhana, penyakit kronis dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit yang timbul serta berkembang dalam tubuh dalam waktu yang lama. Beberapa jenis penyakit kronis bisa menyebabkan komplikasi kesehatan, bahkan bisa berujung menjadi penyebab kematian.

Oleh karena itu, penyakit kronis banyak ditakuti oleh sebagian orang. Di samping itu, sebagian besar penyakit kronis tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya bisa dikontrol agar tidak bertambah parah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Munawar, Sp. OG (K) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, MKM. Selasa (28/11/2023).

Lebih lanjut, Iman mengatakan, penyakit kronis adalah suatu istilah yang merujuk pada kondisi penyakit yang berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Gangguan kesehatan ini dapat dideteksi dengan metode diagnosis yang dilakukan dokter.

“Penyakit kronis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang berlangsung berbulan-bulan terjadi secara perlahan-lahan bahkan bertahun-tahun hingga dapat menyebabkan kematian,” kata Iman

penyakit kronis
Ilustrasi.

Penyakit kronis biasanya cenderung lebih kompleks dan bisa mengakibatkan kondisi seseorang semakin melemah secara perlahan. Sebagian besar penyakit kronis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.

Penyakit kronis sebagian besar sangatlah berbahaya, tetapi terdapat beberapa jenis penyakit kronis yang tidak mengancam nyawa, seperti penyakit artritis. Biasanya, gangguan kesehatan ini bisa menyebabkan peradangan dan disfungsi saraf. Gejala utamanya biasanya persisten yang berlangsung hingga bertahun-tahun.

Meskipun sebagian besar tidak dapat disembuhkan, penyakit kronis bisa dirawat dan ditangani menggunakan perawatan obat-obatan, akupuntur, terapi perilaku kognitif, dan operasi.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit kronis merupakan suatu jenis penyakit yang berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun. Setiap penyakit kronis memiliki faktor penyebab masing-masing.

Sementara untuk penyebab munculnya penyakit kronis dalam tubuh, dr. Iman menyebutkan,  yak ni sebagai berikut:

  1. Kebiasaan Merokok dan Terpapar Asap Polusi

Kebiasaan merokok dan aktivitas yang memungkinkan terkena paparan asap dan polusi akan membuat seseorang memiliki risiko terkena penyakit kronis.

Banyaknya zat yang berbahaya yang terkandung dalam rokok dan asapnya akan mengakibatkan seseorang memiliki penyakit kronis. Salah satu penyakit kronis yang diakibatkan oleh rokok dan asap polusi adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis, yakni penyakit penyebab kematian ketiga di dunia.

  1. Pola Makan Yang Buruk
BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Terima Penghargaan dari Pj Bupati Bener Meriah

Pola makan yang buruk perlu dihindari sebab kebiasaan ini bisa mengakibatkan munculnya penyakit kronis dalam tubuh. Kebiasaan menunda-nunda waktu makan dan berbaring setelah makan akan menimbulkan penyakit kronis.

Selain itu, mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan dengan kadar garam dan lemak yang tinggi bisa mengakibatkan seseorang terserang penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

  1. Kurang Melakukan Aktivitas Fisik

Malas bergerak dan berolahraga bisa mengakibatkan tubuh mudah terserang penyakit kronis. Contohnya, kurangnya melakukan aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kronis lainnya.

Oleh sebab itu, setiap orang dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik untuk cegah penyakit kronis paling tidak 30 menit dalam sehari untuk menjaga kesehatan.

  1. Konsumsi Alkohol

Alkohol merupakan minuman dengan kandungan zat adiktif yang bisa menimbulkan kerusakan pada bagian otak dan saraf, sehingga bisa mengakibatkan munculnya penyakit kronis jika dikonsumsi secara terus-menerus dan berlebihan.

“Sebagian besar penyakit kronis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi bisa dikontrol agar tidak menjadi lebih parah,” ujarnya.

Penyakit kronis adalah sebutan yang digunakan untuk jenis penyakit yang bertahan lama dalam tubuh, bahkan bertahun-tahun dan membutuhkan penanganan intensif untuk menghindari komplikasi kesehatan lainnya.

Ada banyak penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit kronis. Ciri utama dari penyakit kronis adalah munculnya rasa nyeri persisten.

  1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung atau gangguan pada jantung merupakan salah satu jenis penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit kronis. Sebagai salah satu organ vital, jantung mengalami gangguan akan berfungsi tidak normal, sehingga mengakibatkan rasa nyeri secara presisten.

Ada banyak penyakit jantung, di antaranya adalah penyakit jantung coroner, serangan jantung, aritmia, gagal jantung, kardiomiopati, Endokarditis dan Tumor jantung

  1. Kanker

Kanker adalah penyakit kronis yang ditandai dengan munculnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dalam tubuh. Sebagian penyakit kanker bisa membahayakan kesehatan tubuh, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Sel-sel abnormal yang mengakibatkan kanker bisa muncul di berbagai bagian tubuh sehingga saat ini, ada banyak jenis kanker yang ditemukan oleh para ahli.

  1. Diabetes
BACA JUGA:  Pemerintah Aceh Komitmen Bantu Keluarga Tidak Mampu Lewat Jalur Hukum

Diabetes merupakan salah satu penyakit menahun yang bisa menimbulkan beragam komplikasi kesehatan, seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan lain-lain.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar gula dalam darah yang mengakibatkan munculnya gangguan kesehatan lainnya. Secara umum, penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi bisa dikontrol agar gula dalam darah tidak meningkat.

  1. Hipertensi

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis karena dapat bertahan selama bertahun-tahun atau seumur hidup. Penyakit hipertensi merupakan kondisi yang terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.

Pada umumnya, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90, dan dianggap parah jika tekanan di atas 180/120.

  1. Stroke

Stroke adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya kerusakan otak akibat gangguan suplai darah dalam otak. Hal ini mengakibatkan gangguan kesehatan yang fatal sehingga disebut sebagai kondisi darurat medis.

Selain dikategorikan sebagai penyakit kronis, penyakit stroke juga disebut sebagai penyakit kritis sebab memerlukan perawatan yang darurat dari tenaga medis.

Gejala stroke sendiri di antaranya adalah sulit berjalan, berbicara, dan memahami, serta kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai.

Penyakit Kronis
Kasi P2PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Aceh, dr. Siti Dara Safitri, M.Kes. (Foto: hariandaerah.com/Herlin)

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Siti Dara Safitri, M.Kes saat dijumpai di ruang kerjanya, bahwa penyakit kronois ini sangat mengancam kehidupan.

Menurut Kasi P2PTM Dinkes Aceh itu, pada umumnya ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit kronis ini, seperti menerapkan pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik dan melakukan detekesi sedini mungkin baik di rumah sakit, puskesmas maupun klink terdekat.

“Meskipun faktor risiko kronis ini seperti riwayat keluarga dan ras tidak dapat diubah, tapi ada faktor risiko lain yang dapat dicegah sejak dari dini, seperti penerapan hidup sehat, mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik, dan menghindari atau berhenti merokok,” pungkas Siti Dara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *