Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Perbaikan Jalan Nasional di Abdya Mulai Dikerjakan BPJN Usai Protes Warga

Perbaikan ini dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 2.3 Aceh usai menuai sorotan tajam dari masyarakat dan anggota legislatif.

IMG 20250813 130034
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 2.3 Aceh menutup lubang di jalan Nasional di Kabupaten Aceh Barat Daya. Foto. Hariandaerah.com/Teuku Nizar.

Aceh Barat Daya – Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sebelumnya mengalami kerusakan, terutama di Kecamatan Jeumpa, kini telah kembali mulus setelah dilakukan penutupan lubang menggunakan aspal hotmix.

Perbaikan ini dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 2.3 Aceh usai menuai sorotan tajam dari masyarakat dan anggota legislatif.

Pantauan di lapangan pada Rabu, 13 Agustus 2025, menunjukkan kondisi jalan nasional dari Alue Rambot hingga Alue Sungai di Kecamatan Jeumpa tampak berbeda dibanding beberapa pekan lalu.

Bekas lubang yang sebelumnya menganga di badan jalan kini tertutup rapi oleh aspal hotmix, sehingga jalur tersebut kembali aman dilalui pengendara.

Perbaikan tambal sulam ini juga mencakup titik-titik lain di jalur nasional yang melintasi Kecamatan Kuala Batee. Seluruh lubang yang sebelumnya menimbulkan keresahan warga kini sudah ditangani.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN 2.3 Aceh, Syamsul Rizal, ST. MT., melalui Koordinator Lapangan, Alfian Helmi, ST., mengatakan bahwa proses penutupan lubang dengan aspal hotmix telah dimulai sejak Sabtu pekan lalu.

“Penutupan lubang tersebut dilakukan dengan pengaspalan hotmix seperti di kawasan Kecamatan Kuala Batee dan Jeumpa,” kata Alfian saat diwawancarai wartawan, Rabu (13/8/2025).

Namun, ia mengakui bahwa proses perbaikan sempat mengalami keterlambatan. Faktor utama penyebabnya adalah kendala distribusi aspal curah ke Asphalt Mixing Plant (AMP).

“Kami mohon maaf atas keterlambatan pekerjaan ini, karena distribusi aspal curah ke AMP terkendala satu dan lain hal, sehingga proses pengolahan menjadi aspal hotmix juga ikut tertunda,” ujarnya.

BACA JUGA:  Forum Keuchik Kuala Batee Tolak Kehadiran PT Abdya Mineral Prima, Khawatir Ancam Lingkungan

Sebelum diperbaiki, kondisi lubang di badan jalan tersebut cukup memprihatinkan. Beberapa di antaranya memiliki kedalaman yang membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Lubang-lubang itu merupakan bekas kerukan proyek tambal sulam yang belum segera ditutup.

Kondisi tersebut sempat mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Warga mengeluh karena jalur yang seharusnya mulus justru menjadi titik rawan, terlebih jalur ini merupakan bagian dari lintas utama yang menghubungkan beberapa kabupaten di wilayah Barat Selatan Aceh.

Situasi ini memicu protes dari warga setempat. Sorotan juga datang dari Anggota DPR Aceh, Irfanusir, yang menilai keterlambatan penutupan lubang sangat merugikan pengguna jalan.

“Jalan Nasional adalah urat nadi pergerakan ekonomi dan transportasi masyarakat. Kerusakan seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama,” ujarnya dalam salah satu kesempatan.

Setelah adanya protes dari masyarakat dan desakan dari wakil rakyat, pihak BPJN 2.3 Aceh bergerak cepat melakukan pengaspalan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada titik-titik yang paling parah dan membahayakan.

Menurut Alfian Helmi, pekerjaan dilakukan dengan metode hotmix karena memiliki daya tahan yang lebih baik dibanding penutupan lubang dengan campuran dingin (coldmix).

“Hotmix ini diharapkan lebih awet sehingga tidak cepat rusak meskipun dilalui kendaraan berat,” terangnya.

Pihak BPJN juga memastikan bahwa pengawasan mutu tetap dilakukan selama proses perbaikan untuk memastikan aspal yang digunakan sesuai standar teknis.

Jalan Nasional yang melintasi Abdya bukan sekadar infrastruktur transportasi, tetapi juga jalur vital bagi pergerakan barang dan jasa. Lalu lintas harian di jalur ini cukup padat, terdiri dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk-truk logistik.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Tiba di Langsa Lewat Jalur Darat, Beri Bantuan hingga Wifi Gratis untuk Warga

Kerusakan jalan yang berlangsung lama berpotensi menghambat distribusi barang, meningkatkan risiko kecelakaan, dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Warga Desa Alue Rambot, Fauzi (45), mengungkapkan rasa lega setelah jalan diperbaiki. “Kalau dulu, setiap lewat sini harus pelan-pelan, apalagi malam hari. Sekarang sudah aman, nggak takut lagi roda nyangkut di lubang,” katanya.

Selain itu, perbaikan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran akses menuju pasar, sekolah, rumah sakit, dan sentra-sentra produksi pertanian di Abdya.

BPJN 2.3 Aceh berjanji akan terus memantau kondisi jalan nasional di wilayah kerjanya. Perbaikan akan segera dilakukan bila ditemukan kerusakan signifikan, agar tidak terulang kejadian keterlambatan seperti sebelumnya.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan jalan ini dengan aman dan nyaman,” kata Alfian Helmi menutup keterangannya.

Warga berharap agar kualitas perbaikan yang dilakukan saat ini dapat bertahan lama dan tidak cepat kembali rusak.

“Jangan sampai baru beberapa bulan sudah berlubang lagi. Aspal hotmix ini memang lebih kuat, tapi tetap perlu pengawasan,” ujar Tarmizi, seorang pengemudi angkutan barang yang setiap hari melewati jalur tersebut.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *