Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pj. Sekda Aceh Tamiang Resmi Buka FPRB 2025–2030

WhatsApp Image 2024 12 06 at 10.01.43
Pj. Sekda Aceh Tamiang Resmi Buka Forum Pengurangan Risiko Bencana 2025–2030. (Foto: hariandaerah.com/Tio Annisa Siagian).

ACEH TAMIANG –  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Tri Kurnia, secara resmi membuka kegiatan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Aceh Tamiang untuk periode 2025–2030. Acara ini berlangsung di Aula Kantor MAA Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (5/12/2024).

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Tri Kurnia menekankan bahwa Kabupaten Aceh Tamiang termasuk wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi, khususnya banjir.

“Bencana banjir ini harus diantisipasi sejak dini, meskipun masyarakat kita sudah cukup familiar dengan banjir karena lokasi yang dekat dengan sungai. Forum ini diharapkan dapat terbentuk dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengurangi risiko bencana, sehingga mereka siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

BACA JUGA:  PWI Tamiang Ajak Netizen Bijak Bermedsos di Masa Pemulihan Pascabencana

Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi tanggul di daerah Bendahara dan Banda Mulia.

“Jika tanggul di Bendahara dan Banda Mulia sampai jebol, dampaknya akan sangat serius karena wilayah tersebut tidak memiliki perbukitan sebagai penahan alami. Namun, kita tetap berharap tanggul ini tetap kokoh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pj. Sekda menegaskan bahwa FPRB merupakan mitra strategis pemerintah. Ia berharap forum ini dapat terbentuk hingga ke tingkat kampung, sehingga kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi lebih baik.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bambang Supriyanto melaporkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari. Ia menjelaskan bahwa tujuan forum ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait risiko bencana, khususnya banjir.

BACA JUGA:  Akhirnya, 8 Masyarakat Hukum Adat di Aceh Peroleh Hak Kelola Hutan

“Dengan terbentuknya forum ini, saya berharap masyarakat dapat memahami dan menyadari risiko yang mungkin terjadi. Tidak hanya terbatas pada tingkat kabupaten, forum ini diharapkan juga menjangkau desa-desa dan sekolah-sekolah,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dandim 0117/Atam, perwakilan Kapolres Aceh Tamiang, Ketua Forum Bencana Aceh, Kepala BPBD Aceh Tamiang, Ketua Forum FPRB, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, serta tamu undangan lainnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *