Di sebuah pulau yang jauh, terdapat sebuah rumah yang telah berdiri selama berabad-abad. Rumah itu memiliki sejarah dan kenangan yang kaya, namun juga memiliki luka dan kesedihan yang mendalam.
Rumah itu memiliki sebuah bendera yang berkibar di atas atapnya, bendera itu berwarna merah dan garis hitam putih, dengan bulan dan bintang di tengahnya. Namun, bendera itu tidak lagi membuat rumah itu merasa aman dan nyaman.
Di dalam rumah itu, terdapat sebuah keluarga yang besar dan kuat. Mereka memiliki hati yang baik dan jiwa yang besar, namun mereka juga memiliki kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
Keluarga itu selalu diingatkan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah keluarga yang lebih besar, sebuah keluarga yang disebut “NKRI”. Namun, mereka tidak merasa seperti itu. Mereka merasa seperti anak tiri yang selalu diabaikan dan tidak dihargai.
Di luar rumah, terdapat badai yang besar dan kuat. Badai itu membawa air yang deras dan menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya. Keluarga itu berteriak dan meminta tolong, namun tidak ada yang mendengar, seolah keluarga itu bukan lagi bagian dari keluarga besar NKRI,, yaa memang sangat ironi.
Keluarga itu merasa seperti selalu dikhianati, seperti mereka tidak pernah dianggap penting, padahal mereka adalah modal dan bagian yg urgen untuk keluarga besar. Mereka merasa seperti hanya digunakan sebagai alat untuk kepentingan orang lain.
Di dalam hati mereka, mereka berteriak, “Wahai rumahku, bersabarlah! Maafkan kami yang tidak mampu menjagamu dari badai yang menghancurkan!”








