KOTA LANGSA – Sejak tahun 2014 Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir di tengah masyarakat, untuk memberikan kontribusi penjaminan manfaat bagi para peserta Program JKN dalam hal penjaminan layanan kesehatan. Program JKN telah memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Terdaftar sebagai peserta program JKN yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan keberuntungan bagi Suparman (46), warga Desa Paya Bujok Tunong, Kota Langsa. Pasalnya, penyakit lambung yang di deritanya membuat ia sering keluar masuk rumah sakit.
Penyakit asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan nyeri pada ulu hati dan berbagai gejala lainnya pada area dada bagian bawah serta perut. Salah satu penyebab penyakit asam lambung ini adalah kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol, kopi hingga minuman bersoda.
“Penyakit asam lambung saya ini tidak mengenal waktu. Terakhir kali saya dirawat dirumah sakit itu tahun lalu karena penyakit ini. Awalnya sih biasa saja, namun tiba-tiba merasakan seperti perut di peras bahkan kalau badan tidak sanggup lagi menahan rasa sakit, pasti saya akan pingsan,” ucap Suparman mengisahkan pada bulan Februari lalu.
Dengan kondisi itu, Suparman sudah hafal kalau penyakitnya kambuh dan pertanda harus beristirahat total dari aktivitas sehari-hari karens kalau sudah kambuh biasanya ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Lebih lanjut, Suparman bercerita terkait pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit, dokter, perawat, bahkan petugas kebersihanpun terasa sangat ramah dan baik.
“Saya apresiasi kualitas pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, baik itu kemudahan akses, kecepatan pelayanan, dan kualitas pelayanan yang baik membuktikan bahwa Program JKN sangat bermanfaat,” terangnya penuh senyum.
Ia menambahkan, tidak seperti kata orang-orang kalau berobat pakai BPJS Kesehatan pelayanannya buruk, ternyata tidak begitu. Apa yang dialaminya, menjadi peserta JKN akan tetap dilayani dengan baik saat berobat.
“Saya merupakan satu contoh yang sering menggunakan BPJS Kesehatan. Saya tahu betul bagaimana perawatan yang didapatkan sebagai peserta program JKN,” kata Suparman.
Kemudahan proses administrasi sangat dirasakannya, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada petugas, dirinya langsung mendapatkan pelayanan.
“Proses Administrasinya sangat mudah, saya hanya diminta untuk menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP,” sebut pria manis itu dengan lugas.
Hal itu sangat mempermudah peserta JKN, jadi tidak perlu khawatir jika kartu JKN milik kita ketinggalan atau rusak. Selain KTP, kita juga bisa menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Digital yang dapat dibuka melalui Aplikasi Mobile JKN di Handphone dan Android.
Kemudian Suparman berharap, BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama akan terus meningkatkan mutu layanan walaupun sekarang sudah baik. BPJS Kesehatan dinilai telah menjadi solusi bagi masyarakat dalam menjaga kesehatannya.
Dengan pengalaman yang dirasakan, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi dirinya, keluarga, bahkan seluruh masyarakat di Indonesia.
“Kedepan BPJS Kesehatan diharapkan terus semakin baik lagi sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dalam mengakses layanan kesehatan dimanapun mereka berada,” ungkap Suparman.














