Banda Aceh – Pemandangan memilukan terlihat di persimpangan lampu merah Simpang BPKP Lambhuk, Kota Banda Aceh. Seorang anak kecil tampak menjajakan dagangan di tengah panas terik dan bisingnya lalu lintas.
Bukannya duduk di bangku sekolah, ia justru harus berjibaku dengan kerasnya jalanan.
Kondisi ini memantik keprihatinan mendalam dari Drs. Isa Alima, Pemerhati Sosial Aceh sekaligus Ketua PBN Aceh. Ia menilai fenomena ini sebagai bentuk kelalaian kolektif terhadap hak-hak anak.
“Anak sekecil itu seharusnya belajar dan bermain, bukan mengejar kendaraan di tengah jalan. Ini bukan sekadar masalah ekonomi—ini tentang masa depan yang sedang kita abaikan,” tegas Isa Alima dengan nada geram, Senin (14/4/2025).
Isa mendesak Pemerintah Aceh, khususnya Pemko Banda Aceh, agar segera turun tangan melalui Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
Menurutnya, penertiban anak jalanan harus dibarengi dengan pendampingan dan solusi jangka panjang bagi keluarga mereka.
“Jangan biarkan jalan raya menjadi ruang tumbuh anak-anak kita. Jika ini dibiarkan, kita sedang mencetak generasi yang kehilangan masa depannya sebelum sempat bermimpi,” ujarnya.
Isa juga mengingatkan bahwa anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlindungan terhadap mereka bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.
“Saatnya kita membuka mata hati. Jangan tunggu sampai anak-anak ini menjadi korban selanjutnya dari kerasnya hidup yang tak memilih usia,” pungkasnya penuh harap.








