Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Spanduk Bertebaran: Relawan Om Bus Protes “Relawan Lapar, Om Bus Kalah

Spanduk Relawan Lapar, Om Bus Kalan bertebaran dimana-mana sebagai bentuk protes kepada Iswanto Pj Bupati Aceh Aceh Besar.
Spanduk Relawan Lapar, Om Bus Kalan bertebaran dimana-mana sebagai bentuk protes kepada Iswanto Pj Bupati Aceh Aceh Besar. (Foto: Harian Daerah/Kirfan)

JANTHO – Situasi politik Aceh kembali memanas. Spanduk berisikan protes dari kelompok relawan Calon Gubernur Aceh 01, Bustami Hamzah, yang dikenal sebagai “Om Bus,” mencuri perhatian publik Aceh Besar.

Bertebaran di sejumlah titik strategis, spanduk tersebut menyuarakan kekecewaan tajam terhadap Iswanto, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, yang diduga gagal mendistribusikan dana kerja ke lapangan.

“Kami Relawan Om Bus meminta kepada Om Bus untuk menarik kembali uang kerja dari Iswanto, Pj Bupati Aceh Besar, selaku Koordinator Pemenangan Om Bus untuk Kabupaten Aceh Besar karena tidak didistribusikan ke lapangan,” demikian salah satu tulisan di spanduk tersebut.

Namun yang lebih mengguncang adalah tagline yang tertera di bawah tulisan itu: “Relawan Lapar, Om Bus Kalah.” Kalimat ini seolah menjadi tamparan keras bagi tim sukses Om Bus yang tengah berambisi merebut kursi Aceh 1.

Protes ini berasal dari kelompok yang menamakan diri mereka Relawan RKB Aceh Besar.

Mereka menuding Iswanto sebagai aktor yang bertanggung jawab atas tidak tersalurkannya dana kerja bagi tim pemenangan di akar rumput.

BACA JUGA:  Pasangan MBS Paparkan Visi Misi di Kuta Baro, Warga Sambut Penuh Antusias

Kekecewaan ini, menurut beberapa relawan, sudah lama terpendam dan akhirnya meledak melalui aksi pemasangan spanduk ini.

“Kami bekerja keras di lapangan untuk memenangkan Om Bus, tetapi hak kami tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja maksimal kalau logistik tidak sampai? Ini tidak adil!” ujar salah seorang relawan RKB yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai Pj Bupati sekaligus koordinator pemenangan di Aceh Besar, Iswanto kini berada di bawah tekanan publik.

Publik mempertanyakan integritasnya, mengingat posisi ganda yang ia emban: pejabat publik sekaligus operator politik untuk Om Bus.

“Jika dana kerja saja tidak terdistribusi, bagaimana bisa mengatur strategi besar? Jangan sampai ini menjadi titik lemah yang menghancurkan peluang Om Bus,” kata seorang pengamat politik lokal.

*Imbas pada Elektabilitas Om Bus*

Pengamat politik Aceh menilai konflik internal ini berpotensi melemahkan citra Bustami Hamzah sebagai kandidat gubernur.

“Tagline seperti Relawan Lapar, Om Bus Kalah adalah sinyal buruk bagi elektabilitas. Jika tak segera diselesaikan, lawan politik akan memanfaatkan ini sebagai amunisi untuk menyerang.”

BACA JUGA:  Polda Aceh Kerahkan 1.143 Personel untuk Amankan Pilkada Serentak 2024

Kampanye Bustami Hamzah selama ini mengusung narasi perubahan dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Namun, isu seperti ini justru menciptakan kesan sebaliknya: manajemen internal yang buruk dan ketidakpedulian terhadap relawan di lapangan.

*Meredam Gejolak atau Membuka Borok?*

Hingga berita ini diturunkan, Bustami Hamzah maupun Iswanto belum memberikan pernyataan resmi.

Namun, suasana panas di Aceh Besar menjadi pengingat bahwa politik bukan sekadar soal visi besar, tetapi juga soal menjaga kepercayaan orang-orang yang bekerja di balik layar.

Apakah Om Bus akan mampu meredam gejolak ini, atau justru membuka borok yang lebih dalam? Publik Aceh kini menunggu dengan mata tajam.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *