ACEH BARAT – Bak permata yang hilang dimata. Kini, pemandangan Danau Geunang Geudong seakan menjadi wisata yang tidak mengelokan dan juga terlepas dari perhatian Pemerintah.
Kadafi mengatakan, wisata tersebut bertempat dipelosok Desa Putim Kecamatan Kaway XVI, yang berjarak sekitar 20 Kilo dari pusat Kota Meulaboh dan juga memiliki luas lahan sekitar 7 Hektar.
“Wisata itu tidak jauh dari ibu Kota Meulaboh dan juga diperkirakan memiliki luas area sekitar 7 hektar,” kata Kadafi warga Desa Putim kepada media, Selasa (3/8/2022).
Kadafi menjelaskan, dalam bahasa Aceh, Geunang Geudong memiliki arti, Geunang yang berarti Genang dan Geudong berarti besar. Sesuai dengan artinya, danau tersebut terlihat genangan air yang besar serta cekungan raksasa.
“Saat ini wisata Geunang Geudong tak elok lagi dipandang. Pemandangan yang sungguh dramatis kita liat sekarang tumbuh eceng gondok yang menyelimuti,” jelasnya.
Meski demikian, Kadafi menambahkan, lokasi tersebut terlihat ramai dikunjungi wisatawan untuk menghabiskan waktu libur bersama anggota keluarga. Karena, terdapat panorama keindahan yang memukau serta dikelilingi pohon-pohon rindang.
“Walaupun diselimuti eceng gondok namun ramai dikunjungi wisatawan untuk menghabiskan liburan bersama keluarga, karena lokasinya sangat asri dengan pepohonan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Kadafi berharap, agar Pemerintah dapat memperhatikan Icon wisata Aceh Barat itu dan juga dapat melakukan pengrehapan fasilitas di lokasi tersebut.
“Kita harap Dinas Pariwisata Aceh Barat dan Pemerintah Provinsi dapat memperhatikan Icon wisata Aceh Barat itu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ada beberapa fasilitas yang terbilang masih cukup minim dan juga terdapat tempat singgah serta caffe untuk para pengunjung.














