BENER MERIAH – kolaborasi antara FKM BKA YWU, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) telah menghasilkan beberapa workshop yang bertujuan untuk memajukan hak-hak perempuan dan perempuan penyandang disabilitas serta meningkatkan kapasitas mereka dalam pengambilan keputusan yang lebih bermakna di wilayah Aceh, Kamis (14/9/2023).
Acara yang berlangsung sejak tanggal 12 hingga 13 September 2023 ini diadakan di beberapa lokasi di Aceh Bagian Tengah yaitu Bener Meriah, Takengon dan Blangkejeren, melibatkan sejumlah pemateri yang ahli di berbagai bidang.
Dalam rangkaian acara ini, Ibu Murniati S,Pd, Kepala Sekolah SLBN Pembina Bener Meriah, menyambut para pemateri dengan hangat. Acara dimulai dengan materi dari Ibu Nurbaeti, S.Sos, MAP dari Dinas Sosial, yang membahas hak-hak wanita dan perlindungan. Selain itu, Bapak Anwar Sahdi dari BPBD Aceh memberikan wawasan tentang tindakan pertolongan pertama saat terjadi bencana.
Pada pukul 14.00, workshop berlanjut di Dinas Sosial Aceh Tengah. Khalisnawati, SE, MAP, dari Sekretaris Dinas Sosial Aceh Tengah, memberikan pemahaman tentang penanganan stres, yang menjadi respons fisik dan psikologis terhadap situasi internal dan eksternal.
Pemateri kedua, yang berasal dari BPBD Aceh Tengah, Nur Adila, ST, dan Atika Pratiwi ST, S.Pd, memfokuskan diskusi pada kebencanaan dan mitigasi bencana, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Tengah.
Keesokan harinya, tanggal 13 September 2023, workshop berlanjut di SLB Mutiara Lauser Gayo Lues. Ibu Mutiara S,Pd. Kepala Sekolah SLB menyambut peserta dengan apreasiasi yang tinggi. Materi-materi berlanjut dengan pemateri dari Dinas Sosial yang membahas manajemen stres, disampaikan oleh Suriandi, dan waspada bencana, yang disampaikan oleh Ibu Feby.
Tidak hanya itu, Risna Erita dari FKM BKA YWU juga memberikan materi yang sangat penting tentang pemilahan sampah plastik sebagai salah satu upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Acara ini merupakan tonggak positif dalam menguatkan peran perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, dalam pengambilan keputusan di Aceh. Semoga informasi yang disampaikan dalam workshop ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Aceh dan lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat untuk mendukung perempuan Aceh dalam mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi masa depan mereka serta wilayah Aceh secara keseluruhan, sebut Sophia staf intern publikasi dan humas FKM BKA YWU.














