Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Warga Gampong Lhok Gajah Desak Penutupan Kandang Ayam Akibat Wabah Lalat

Penolakan ini disuarakan dalam rapat darurat di Gedung Serba Guna Gampong setempat Minggu (27/4/2025), menyusul maraknya wabah lalat yang diduga bersumber dari kandang tersebut.

IMG 20250427 200203 e1745759514953
Kandang ayam yang diduga penyebab serangan lalat di Gampong Lhok Gajah.(Foto.hariandaerah.com/teukunizar)

ACEH BARAT DAYA – Ratusan warga Gampong Lhok Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menyatakan penolakan keras terhadap keberadaan kandang ayam di wilayah mereka.

Penolakan ini disuarakan dalam rapat darurat di Gedung Serba Guna Gampong setempat Minggu (27/4/2025), menyusul maraknya wabah lalat yang diduga bersumber dari kandang tersebut.

Kepala Dusun Gampong Lhok Gajah, Ebit Jamal, dengan tegas menyampaikan kekecewaannya atas dampak serius yang ditimbulkan oleh aktivitas peternakan ayam di gampong mereka.

“Kami sudah sangat menderita akibat wabah lalat ini. Mau makan saja susah. Saya meminta pengusaha untuk menghentikan operasi kandang ayam, jika tidak, saya akan berada di garda terdepan untuk memperjuangkan hak warga,” tegas Ebit di hadapan warga.

Menurut Ebit, keresahan warga sudah berlangsung lama, namun hingga kini tidak ada tindakan konkret dari pihak pengusaha.

BACA JUGA:  Kapolres Aceh Tamiang Serukan Cooling System untuk Pilkada Damai dan Kondusif

“Keberadaan lalat yang memenuhi rumah-rumah warga dinilai sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Keuchik Gampong Lhok Gajah, Agustiar. Ia menuturkan, dalam sepekan terakhir, serangan lalat sudah dalam kondisi sangat parah dan membuat aktivitas harian warga terganggu.

“Kami meminta kendaraan milik pengusaha ayam untuk dilarang melintasi jalan gampong. Lalat-lalat itu mengikuti kendaraan dan kemudian masuk ke dalam rumah warga,” ujar Agustiar.

Ia menambahkan, permasalahan serupa pernah terjadi pada tahun 2021, di mana saat itu pihak pengusaha berjanji akan memasang blower (kipas) untuk mengurangi dampak lingkungan. Namun, janji tersebut hingga kini tidak terealisasi.

“Pengusaha tidak pernah memenuhi janjinya. Ini bentuk ketidakpedulian terhadap kelangsungan hidup masyarakat kami,” kata Agustiar.

Warga juga mengaku sudah beberapa kali melakukan upaya persuasif dengan mendatangi lokasi kandang dan menyampaikan keluhan secara langsung. Namun, mereka menilai pengusaha hanya memberikan janji tanpa ada realisasi nyata.

BACA JUGA:  Musannif-Sanusi Kampanye Akbar di Aceh Besar, Serukan Akhiri Politik 'Hitam' dan Janji Kosong

Sejumlah perwakilan masyarakat meminta pemerintah gampong dan aparat terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk menutup paksa kandang ayam jika pengusaha tetap abai terhadap tuntutan warga.

“Kami tidak ingin ada tindakan anarkis. Kami berharap semua pihak menjaga ketertiban, namun suara masyarakat harus benar-benar diperhatikan dan segera ditindaklanjuti,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam rapat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola kandang ayam belum memberikan keterangan resmi terkait desakan warga tersebut.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *