Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Longsor di Perbatasan Tangkit Serdang Tanggamus Kian Mengkhawatirkan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

IMG 20250819 WA0113
Anggota DPRD Tanggamus, Mujibul Umam, meninjau lokasi longsor di perbatasan Pekon Tangkit Serdang dan Banjar Agung Ilir, Selasa (19/8/2025). (Ist)

TANGGAMUS – Longsor di perbatasan Pekon Tangkit Serdang dengan Banjar Agung Ilir, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin malam (18/8/2025). Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan warga, karena lokasi longsor berada tepat di bahu jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat.

Kepala Pekon Tangkit Serdang, Zakaria, mengatakan longsor di titik tersebut bukanlah kejadian baru. Hampir setiap tahun peristiwa serupa terjadi dan selalu mengganggu aktivitas warga, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah.

“Longsoran itu sudah berulang-ulang terjadi dan pernah saya laporkan ke BPBD Tanggamus. Namun sampai sekarang belum juga ada penanganan,” kata Zakaria, Selasa (19/8/2025).

Zakaria menuturkan, meski lokasi longsor secara administrasi masuk wilayah Pekon Banjar Agung Ilir, dampaknya justru dirasakan langsung oleh masyarakat Tangkit Serdang. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama menuju jalan kabupaten yang dipakai warga untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan.

“Kalau longsor ini kami urus sendiri tidak bisa, karena terkendala administrasi. Hampir setiap tahun longsor terjadi, dan kami hanya bisa buang tanah yang menutup jalan. Itu pun ngeri, karena material bisa jatuh sewaktu-waktu,” ujarnya.

Zakaria berharap pemerintah daerah, baik Bupati Tanggamus maupun Gubernur Lampung, segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi korban jiwa.

BACA JUGA:  Sah! Ketua DPRD Metro Ria Hartini Resmi Menikah dengan AKBP M. Yamil, Kabag Yanma Polda Lampung

“Sekarang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Kalau tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan suatu saat ada korban jiwa. Harapan kami pemerintah jangan menunggu sampai ada musibah baru turun tangan,” kata dia.

Ia menambahkan, selain di perbatasan dengan Banjar Agung Ilir, ada beberapa titik rawan longsor lain di Tangkit Serdang. Salah satunya di pintu gerbang pekon, yang kerap tertutup material longsor setiap kali hujan deras.

“Suara longsor kadang besar, material bisa langsung menutup jalan. Untung sejauh ini belum ada korban, tapi kalau pas ada kendaraan melintas risikonya besar,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi PKB Dapil V Kecamatan Pugung, Mujibul Umam, SE., MIP, langsung meninjau lokasi longsor pada Selasa pagi. Ia menyebut, longsor yang terjadi kali ini masih berada di titik yang sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya.

“Izin saya mendapatkan informasi dari warga Tangkit Serdang terkait longsor. Tadi pagi saya langsung cek ke lokasi, dan memang kondisinya masih di titik yang sama seperti kejadian sebelumnya,” ujar Mujibul.

Mujibul mengatakan, ia langsung menghubungi Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Irfan, agar segera melakukan peninjauan. Berdasarkan laporan, tim BPBD telah melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan awal.

BACA JUGA:  Bendahara BUMD Lampung Selatan Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp517 Juta

Namun, menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada langkah darurat semata. Ia menilai, perlu ada solusi jangka panjang berupa pembangunan sistem drainase baru.

“Harapan saya kegiatan penanganan jangan hanya sementara. Idealnya dibuat drainase kanan-kiri jalan untuk langsung menyalurkan air ke sungai di dekat lokasi. Karena faktor longsor ini kan akibat rembesan air sawah dan air hujan yang tidak tertata. Kalau tidak ditangani tuntas, longsor akan terus berulang,” jelasnya.

Mujibul juga menegaskan pihaknya akan mendorong agar anggaran penanggulangan masuk dalam program kerja tahun 2025. Jika kemampuan anggaran daerah tidak mencukupi, ia berkomitmen memperjuangkan agar masuk dalam usulan anggaran kegiatan 2026 .

“Harapan saya BPBD bisa segera menyelenggarakan kegiatan perbaikan ini. Jika tidak cukup di anggaran berjalan, bisa kita dorong bersama agar masuk dalam program tahun 2025, jika tidak Nanti kita masukkan ke tahun anggaran 2026 ,” katanya. ( Davit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *