Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Luncurkan Gerakan Gropyokan, Pemkot Tegal Tekan Timbunan Sampah Menuju Zero Waste 2029

IMG 20260501 WA0035
Kota Tegal luncurkan program unggulan bernama Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah.(Foto dok hariandaerah.com)

KOTA TEGAL – Pemerintah Kota Tegal resmi meluncurkan program unggulan bernama Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah. Program ini dihadirkan sebagai solusi konkret untuk menangani permasalahan persampahan, dengan fokus utama melakukan penanganan sejak dari sumbernya.

Acara peluncuran sekaligus sosialisasi digelar di Ruang Rapat Perumda Tirta Bahari, pada Kamis (30/04/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Kepala OJK Tegal, serta sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara yang juga Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Untung Pri Wibowo, menyampaikan bahwa Kota Tegal saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola limbah. Setiap harinya, timbunan sampah mencapai sekitar 170 ton, namun baru sekitar 30 persen atau setara 50 ton yang berhasil dikurangi atau diolah di tempat asalnya. Sisanya, sebanyak 120 ton per hari, masih harus diangkut dan ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar.

“Kondisi ini tentu membuat beban kerja TPA semakin berat, bahkan umur pakainya menjadi lebih pendek dari perencanaan awal,” jelasnya.

Program Gerakan Gropyokan ini juga menjadi bagian dari upaya memenuhi target nasional pengurangan sampah sebesar 60 persen di tahun 2026, serta mewujudkan visi bebas sampah atau zero waste pada tahun 2029 mendatang.

BACA JUGA:  Lantik Pj Geuchik, Camat Yundi: Jalankan Program Pemko Langsa dan Sinergi Bersama Aparatur Gampong

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, sekolah, pelaku usaha, hingga pasar. Dengan semangat gotong royong, masyarakat diharapkan mampu memilah dan mengolah sampah secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada layanan pengangkutan pemerintah.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa permasalahan sampah harus diselesaikan dari hulu, yaitu sejak dihasilkan, bukan hanya saat sudah menumpuk di tempat pembuangan.

“Masalah utama pengelolaan sampah selama ini ada pada pengelolaan di tingkat rumah tangga yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, kami hadirkan gerakan ini dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat,” tegas Dedy Yon.

Menariknya, program ini mengadopsi konsep pendampingan “orang tua asuh” yang sebelumnya telah sukses diterapkan dalam program penanganan stunting. Dalam skema ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, dan puskesmas akan berperan sebagai pendamping di setiap wilayah kelurahan.

Melalui pendampingan tersebut, masyarakat akan diajari untuk memilah sampah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik nantinya diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai ekonomi jika disetorkan ke bank sampah.

Seluruh wilayah Kota Tegal yang terdiri dari 27 kelurahan menjadi sasaran program ini, dengan didukung oleh 34 OPD, 25 satuan pendidikan SMP dan SMA, serta 8 unit puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan langsung di lapangan, hingga evaluasi berkala.

BACA JUGA:  Ketua Pemuda: DBMSDA Kabupaten Tangerang Dinilai Ga Becus Urus Jalan Sepatan - Pakuhaji

Wali Kota meminta seluruh jajaran terkait untuk segera menjalankan program ini di lapangan, menyusun jadwal kerja yang jelas, serta melakukan pengawasan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif.

Acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan pemaparan materi dari narasumber ahli, di antaranya Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Setyo Winarso, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, serta Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem pengelolaan sampah, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa alat komposter dan timbangan yang diserahkan kepada perwakilan pengelola bank sampah di Kota Tegal.

Dengan digulirkannya gerakan ini, Pemerintah Kota Tegal berharap tercipta perubahan perilaku masyarakat yang lebih peduli lingkungan, sehingga kota ini menjadi tempat tinggal yang bersih, sehat, nyaman, dan terbebas dari permasalahan sampah secara berkelanjutan.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *