KOTA LANGSA – Sakit mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, mengingat biaya pengobatan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Padahal untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari saja terkadang sudah terasa berat apalagi jika harus ditambah dengan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan perawatan lanjutan.
Memiliki jaminan kesehatan bisa jadi salah satu bentuk perlindungan paling penting untuk dimiliki seseorang. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masyarakat akan mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan merata serta meminimalisir biaya yang ditimbulkan apabila berobat maupun mendapatkan penanganan khusus yang berisiko menimbulkan biaya lebih besar.
Hal ini telah dirasakan oleh Burhanuddin (65), seorang warga Desa Seuriget Kota Langsa yang sedang menjalani perawatan disalah satu rumah sakit di Kota Langsa pada awal Mei lalu. Ia saat itu sedang mengalami permasalahan pada bagian pernafasannya dan sudah dua hari dirawat dirumah sakit ini.
“Saya mulai merasa tidak enak badan dan batuk sejak beberapa hari yang lalu, dan setiap kali batuk maka dada saya terasa sangat sakit. Awalnya saya kira hanya kelelahan biasa, tapi ternyata semakin parah sampai akhirnya keluarga membawa saya ke rumah sakit ini,” ucap Burhanuddin kepada media ini saat dijumpai di RSU Ummi Kota Langsa.
Alhamdulillah selama dua hari dirawat, Burhanuddin merasa pelayanan yang diterimanya juga cukup baik dan sangat membantu selama proses penyembuhan.
Burhan melihat pelayanan yang diberikan untuk layanan rawat inap sudah sangat baik, mulai dari perawat hingga dokter memberikan informasi lengkap dan asuhan keperawatan yang maksimal. Selain puas dengan layanan medis yang diberikan, ia juga mengapresiasi kemudahan dalam proses administrasi.
Kemudian disebutkan, bahwa saat melakukan pendaftaran untuk rawat inap, dirinya hanya diminta menunjukkan tanda pengenal saja, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Sekarang semuanya lebih praktis. Dengan sistem yang ada, saya tinggal tunjukkan KTP dan semuanya langsung terakses di sistem rumah sakit. Petugas pun langsung bisa memproses dan saya bisa segera mendapat penanganan medis,” terangnya.
Menurut Burhan pribadi, hal tersebut benar-benar membantu. Apalagi kalau kondisi sedang sakit, rasanya repot kalau harus bolak-balik cuma untuk urusan dokumen.
Sebagai peserta Program JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pria parih baya ini sangat merasakan manfaat besar dari program JKN, terutama dalam hal kemudahan akses layanan kesehatan tanpa harus memikirkan beban biaya. Berdasarkan itu, Ia menyadari bahwa tanpa menjadi peserta JKN, biaya perawatan yang harus ditanggungnya akan sangat besar dan memberatkan.
Burhan pun menyampaikan harapannya agar BPJS Kesehatan terus melakukan peningkatan dalam hal pelayanan, baik dari segi kemudahan akses maupun kualitas layanan. Dirinya percaya bahwa BPJS Kesehatan bisa menjadi solusi layanan kesehatan yang lebih inklusif, merata, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
“Keberadaan Program JKN sangat berarti bagi kami. Tanpa adanya program ini, mungkin saya akan kesulitan dalam membayar biaya pengobatan ibu atau pun biaya rawat inap seperti saat ini. Menurut saya, semua orang membutuhkan perlindungan kesehatan tanpa memandang umur maupun latar belakang ekonomi,” bebernya.
Burhan berharap Program JKN terus berkembang dan memberikan perlindungan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
“Semoga JKN terus hadir sebagai pelindung kesehatan rakyat, karena sehat adalah hak semua orang dan JKN sudah membuktikan bahwa negara hadir untuk mewujudkan itu,” pungkasnya dengan penuh harap.














