Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Cepat Tanggap, Bina Marga BMKCR UPTD Wilayah V Sumatera Barat Perbaiki Jalan Yang Rusak di Perbatasan Sumbar Jambi

perbaikan jalan
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

DHARMASRAYA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Wilayah V BMKCR terus melakukan upaya dan perbaikan terhadap penanganan jalan rusak milik provinsi. Kegiatan perbaikan dilakukan dengan melakukan penambalan serta pengaspalan.

“Kondisi Jalan milik provinsi penanganannya sudah bagus. Ini sesuai dengan komitmen kami (Bina Marga Provinsi Sumbar ), yaitu untuk penanganan jalan rusak dilakukan 2 x 24 jam untuk pembenahan jalan yang berlubang. Dan untuk penanganan jalan rusak milik provinsi secara menyeluruh juga akan dilakukan secara bertahap,” kata Rudi koordinator lapangan, Rabu (5/2/2025).

Dikatakannya, kondisi kemantapan jalan milik provinsi mengalami penurunan sekitar 40 persen. Hal ini karena terjadi kerusakan yang disebabkan atau terkena air hujan. Namun untuk kemantapan jalan provinsi ini juga akan mengalami kenaikan saat musim kemarau.

BACA JUGA:  Bupati Annisa Hadiri Musrenbang RKPD Tahun 2026 Sumbar, Sampaikan Beberapa Aspirasi dari Dharmasraya

“Saat ini untuk grafik kemantapan jalan milik provinsi selalu naik turun menyesuaikan kondisi jalan. Perbaikan jalan yang paling flexibel atau secara hotmix paling bagus dikerjakan saat musim kemarau,” ujarnya.

Terkait jalan yang rusak dan berlobang di Nagari Pulau Mainan kecamatan Koto Salak telah kami benahi dan itupun sementara ,karena menunggu anggaran dan gambar perencanaan.

“Ini gorong gorong yang pecah,penimbunan ini dilakukan sementara dulu dan nanti kita desain lihat debit air yang masuk,apa ganti gorong gorong atau plat dwuiker yang cocok juga kita buatkan gambar perencanaannya nanti”ungkap Rudi pada media ini.

BACA JUGA:  Antisipasi Kecelakaan, Dishub Dharmasraya Tutup Beberapa Lubang di Jalan Ramai Kendaraan

Selain melakukan perbaikan Jalan, PU Bina Marga Sumbar juga akan merancang saluran drainase di pinggir jalan milik provinsi. Dengan adanya saluran drainase ini diharapkan tidak akan terjadi genangan air saat musim hujan. (Erman Chaniago)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *