Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Akan Meriahkan PKA Ke-8

Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Akan Meriahkan PKA Ke-8 WhatsApp Image 2023 11 18 at 00.00.19
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, (Foto: hariandaerah.com/H).

BANDA ACEH – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8 siap menghadirkan panggung spektakuler bagi seni kontemporer Aceh yang terus berkembang pesat. Dengan tema yang menarik, “Jalur Rempah,” pemerintah Aceh berencana menggelar serangkaian acara seni konten porer yang akan memeriahkan perayaan kebudayaan yang sangat dinanti ini.

Seni kontemporer, yang merangkul kata “pokok” dan “resensi,” telah menjadi elemen kunci dalam ekspresi budaya masyarakat Aceh. Para seniman konten porer Aceh telah meraih berbagai penghargaan dan berhasil mencuri perhatian melalui karya-karya yang penuh dengan kreativitas dan makna mendalam. PKA Ke-8 akan menjadi wadah yang sangat layak bagi mereka untuk menyampaikan pesan-pesan budaya Aceh melalui media yang modern dan sangat relevan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, mengatakan, bahwa seni kontenporer juga akan ikut serta memeriahkan PKA Ke-8.

“Kami sangat antusias dalam mendukung seni konten porer Aceh di dalam PKA Ke-8. Ini adalah langkah yang sangat menarik dan inovatif dalam merayakan kekayaan budaya Aceh,” kata Almuniza kepada media hariandaerah.com diruang kerjanya, Selasa (17/10/2023).

Tak hanya sebagai ajang kompetisi seni kontemporer, lanjut Nurlaila, PKA Ke-8 juga akan menjadi tuan rumah berbagai workshop dan seminar terkait seni konten porer. Acara ini akan melibatkan para pembuat konten dan para ahli budaya yang akan turut memberikan pandangan berharga. Semua ini diharapkan akan memperkuat jalinan antara seniman-seniman konten porer dengan generasi muda yang semakin tertik untuk menjelajahi dan mewarisi budaya Aceh.

“Melalui perpaduan harmonis antara tradisi dan teknologi, PKA Ke-8 akan menjadi sebuah peristiwa tak terlupakan yang akan memperkaya kehidupan budaya masyarakat Aceh. Lebih dari sekadar sebuah acara, PKA Ke-8 akan mengukuhkan seni konten porer sebagai elemen yang tak terpisahkan dari identitas budaya Aceh,” ujarnya.

seni kontemporer
Salah satu contoh seni tari kontemporer asal Aceh. (Foto: Blogger)

Disbudpar Aceh berharap bahwa perayaan ini tidak hanya akan menjadi gebrakan lokal, tetapi juga akan membawa pesan budaya Aceh ke seluruh dunia melalui media sosial dan platform digital.

“Kita berharap penampilan seni kontenporer Aceh di ajang PKA Ke-8 dapat memberikan kesan yang bagi budaya lokal, akan tetapi bisa menarik  perhatian dunia,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlaila menyebutkan, PKA Ke-8 merupakan bukti kuat bahwa seni kontemporer Aceh tetap relevan dan terus berkembang dalam era modern ini, menggugah dan menginspirasi tidak hanya masyarakat Aceh, tetapi juga dunia luar.

BACA JUGA:  Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Lantik Irawan Pandu Negara Sebagai Sekretaris BPMA

Nurlaila juga menjelaskan, bahwa seni kontemporer yang akan tampil di PKA Ke-8 nantinya juga tidak pernah lepas dari nilai-nilai syariat Islam.

“Meskipun seni tidak ada batasnya, namun berbeda dengan kita di Aceh yang kuat menjunjung tinggi nilai-nilai Agama, jdi meski demikian, kita tetap menampilkan seni kontenporer sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam, artinya tidak seperti kebaratan,” jelasnya.

PKA Ke-8 juga memiliki harapan yang besar. Disbudpar Aceh berharap agar acara ini dapat memicu semangat kesatuan dan kebanggaan dalam masyarakat Aceh.

“Selain itu, kita berharap bahwa acara yang akan diadakan ini akan menjadi pemicu semangat, terutama di kalangan pemuda, untuk lebih menggali kreativitas mereka ke depan, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mewujudkan potensi diri dan berkontribusi pada perkembangan budaya Aceh,” ucap Nurlaila.

Sebagai perayaan budaya yang memadukan warisan masa lalu dengan inovasi masa kini, PKA Ke-8 diharapkan akan mempertegas identitas Aceh yang kuat dan kaya akan kebudayaan yang tak ternilai. Bahwa perayaan ini akan menciptakan gelombang positif, memotivasi pemuda Aceh untuk lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri.

Selain itu, PKA Ke-8 juga menjadi momen untuk memperkuat jaringan antara seniman konten porer Aceh. Dengan kolaborasi dan pertukaran ide, seniman-seniman ini dapat terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan mampu menginspirasi generasi mendatang. Harapan ini adalah agar seni konten porer Aceh dapat tetap relevan dan berlanjut sebagai warisan berharga.

“PKA Ke-8 akan menarik perhatian dunia atas keindahan dan kekayaan budaya Aceh. Dengan platform digital dan media sosial, pesan budaya Aceh dapat mencapai audiens global. Sehingga, PKA Ke-8 dapat menjadi peristiwa yang menginspirasi pengenalan budaya Aceh di tingkat internasional dan meningkatkan pariwisata budaya di Aceh,” tuturnya.

Nurlaila mengungkapkan, PKA Ke-8 merupakan peristiwa yang sangat dinanti oleh masyarakat Aceh dan menjadi ajang yang memadukan antara tradisi dan teknologi dalam penyelenggaraan kebudayaan. Melalui perayaan ini, pemerintah Aceh menunjukkan komitmen kuat untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Aceh, terutama melalui seni konten porer. Acara ini akan menjadi bukti nyata bahwa seni konten porer Aceh telah tumbuh dan berkembang pesat dalam era modern.

“Pengakuan seni kontemporer Aceh di tingkat internasional merupakan tonggak bersejarah dalam perjalanan seni Aceh. Para seniman Aceh telah mampu mengukir prestasi di panggung dunia, membawa citra seni konten porer Aceh ke penonton global. Ini adalah langkah besar dalam pelestarian dan penyebaran budaya Aceh di seluruh dunia,” pungkasnya.

BACA JUGA:  ISAD Selenggarakan Pengajian Tastafi Bahas Kemerdekaan Palestina dan Akidah Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Nurlaila menjelaska,  bahwa acara PKA Ke-8 akan menginspirasi generasi muda Aceh untuk lebih aktif dan kreatif dalam menjelajahi warisan budayanya sendiri. Melalui seni konten porer, mereka dapat mengekspresikan pesan budaya Aceh dengan cara yang relevan dan menarik. Hal ini akan memperkuat identitas budaya Aceh di kalangan pemuda yang akan menjadi penjaga dan pewaris warisan budaya tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa seni konten porer yang akan ditampilkan di PKA Ke-8 tetap berlandaskan pada nilai-nilai syariat Islam yang kuat di Aceh. Ini mencerminkan komitmen untuk menjaga keselarasan antara seni konten porer dan nilai-nilai agama di Aceh. Ini adalah contoh bagaimana seni dapat tumbuh dan berkembang tanpa mengorbankan prinsip-prinsip agama yang dianut oleh masyarakat Aceh.

Selain sebagai perayaan budaya, PKA Ke-8 juga menjadi kesempatan berharga untuk mempererat jaringan antara seniman konten porer Aceh. Kolaborasi dan pertukaran ide antara mereka akan menghasilkan karya-karya yang semakin kuat dan bermakna. Generasi muda Aceh dapat belajar dari para seniman berpengalaman, sehingga seni konten porer Aceh dapat terus berkembang dan tetap relevan.

Harapan besar Disbudpar Aceh adalah bahwa PKA Ke-8 akan menjadi wadah untuk mengenalkan keindahan dan kekayaan budaya Aceh ke mata dunia. Melalui platform digital dan media sosial, pesan budaya Aceh akan mencapai penonton global. Dengan demikian, PKA Ke-8 memiliki potensi untuk menjadi peristiwa yang menginspirasi pengenalan budaya Aceh di tingkat internasional, mendukung perkembangan pariwisata budaya di Aceh, dan mempromosikan nilai-nilai dan pesan budaya yang khas.

Perayaan budaya seperti PKA Ke-8 adalah tonggak sejarah yang memperkuat identitas Aceh yang kaya dan kuat. Harapan terbesar adalah bahwa perayaan ini akan menciptakan gelombang positif, memotivasi pemuda Aceh untuk lebih mencintai dan mengenal budaya mereka sendiri, serta berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya. PKA Ke-8 adalah bukti bahwa budaya Aceh adalah harta yang harus dijaga dan dihargai, serta mempunyai potensi untuk memancarkan pesan budaya yang luar biasa di panggung internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *