Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dukung Seni Kontemporer, Disbudpar Aceh Gelar Pelatihan Seni Rupa Melalui Design Komputer

Dukung Seni Kontemporer, Disbudpar Aceh Gelar Pelatihan Seni Rupa Melalui Design Komputer nurlaila hamza
Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, S.SOS., M.M. (Foto: hariandaerah/Irwansyah)

BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pelatihan seni rupa melalui design komputer untuk para pelaku seni dan ekonomi kreatif. Kegiatan itu mulai 13-16 Juni 2023 lalu yang berlangsung di Hotel Amel Convention Center Blang Oi, Banda Aceh.

kegiatan tersebut, dibuka oleh Kasi Pengembangan SDM dan Lembaga Kesenian Disbudpar Aceh, Syahrul Arbi, SP MM. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan industri seni konten yang semakin populer di kalangan masyarakat Aceh.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamjah, S.SOS., M.M, kepada media hariandaerah.com diruang kerjanya, Senin (16/10/2023).

Nurlaila menegaskan, pentingnya program pelatihan ini dalam mendukung perkembangan seni kontenporer di Aceh. Mereka ingin memastikan bahwa para pelaku seni konten di Aceh memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.

“Seni kontemporer telah menjadi bagian penting dalam budaya digital saat ini. Kami ingin memastikan bahwa para pelaku seni konten di Aceh memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Nurlaila.

Dukung Seni Kontemporer, Disbudpar Aceh Gelar Pelatihan Seni Rupa Melalui Design Komputer Kasi Pengembangan SDM dan Lembaga Kesenian Disbudpar Aceh Syahrul Arbi SP MM
Kasi Pengembangan SDM dan Lembaga Kesenian Disbudpar Aceh, Syahrul Arbi, SP MM, Saat Membuka Pelatihan Seni Rupa Melalui Design Komputer Untuk Para Pelaku Seni Dan Ekonomi Kreatif di Hotel Amel Convention Center Blang Oi, Banda Aceh Selasa (13/6/2023).

Seni kontenporer, dalam konteks budaya digital saat ini, telah menjadi unsur penting. Oleh karena itu, Disbudpar Aceh menggandeng sejumlah ahli dalam bidang seni konten untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pelaku. Nurlaila menjelaskan bahwa, program pelatihan ini mencakup sejumlah aspek kunci dalam industri seni kontenporer, mulai dari penulisan skenario hingga produksi video, bahkan hingga pemasaran konten.

“Dengan bantuan instruktur yang berpengalaman, peserta pelatihan dapat belajar praktik terbaik dan strategi yang relevan dengan industri ini,” ujarnya.

Disbudpar Aceh berharap, para peserta pelatihan akan mampu mengembangkan kualitas dan kreativitas konten mereka, sehingga dapat bersaing di dunia seni konten yang semakin kompetitif.

Selain program pelatihan, Disbudpar Aceh juga merencanakan untuk menggelar kontes seni kontemporer. Inisiatif ini memberikan para pelaku seni konten kesempatan untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka.

“Diharapkan kegiatan ini akan memotivasi lebih banyak individu untuk terlibat dalam seni kontenporer dan memajukan industri kreatif di Aceh,” ungkapnya.

Melalui upaya ini, Disbudpar Aceh tidak hanya mendukung perkembangan industri seni kontenporer tetapi juga memberikan dukungan kepada bakat lokal. Dengan semakin berkembangnya industri seni kontenporer, Aceh berpotensi menjadi pusat kreativitas yang menonjol dalam skema nasional dan internasional. Hal ini akan membantu mempromosikan kekayaan budaya daerah dan meningkatkan eksistensi Aceh di bidang seni kontemporer.

BACA JUGA:  Persatuan Dum Truk Simeulue Minta Solusi BBM Solar dan Galian C dari Pemerintah

“Inisiatif Disbudpar Aceh dalam mendukung pelaku seni kontemporer dengan pelatihan tersebut merupakan langkah yang positif untuk mengembangkan bakat lokal dan mempromosikan kekayaan budaya daerah. Dengan semakin berkembangnya industri seni kontenporer Aceh berpotensi menjadi pusat kreativitas yang menonjol dalam skema nasional dan internasional,” pungkasnya.

Disbudpar Aceh juga merencanakan mengadakan kontes seni kontenporer sebagai wadah bagi para pelaku untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka. Kontes ini akan menjadi platform untuk mengukur kualitas dan kreativitas konten yang dihasilkan oleh para peserta program pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan akan memotivasi para seniman untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Kontes seni kontenporer juga dapat menjadi media promosi bagi para peserta, membantu mereka mendapatkan pengakuan dan dukungan lebih lanjut dari audiens dan pemangku kepentingan.

Nurlaila Hamjah menegaskan bahwa, melalui inisiatif ini, Disbudpar Aceh berkomitmen untuk memajukan industri seni kontenporer di Aceh dan memberikan dukungan kepada para pelaku seni. Dalam era budaya digital, seni kontenporer memainkan peran penting dalam menghadirkan kreativitas dan kekayaan budaya daerah. Melalui program pelatihan dan kontes seni kontenporer, Disbudpar Aceh memberikan kesempatan kepada para seniman lokal untuk berkembang dan memamerkan karya-karya terbaik mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, seni kontenporer telah menjadi fenomena yang merajai dunia digital. Konten video, podcast, dan media sosial semakin populer di kalangan masyarakat Aceh. Dengan demikian, Disbudpar Aceh ingin memastikan bahwa para pelaku seni konten di Aceh memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk bersaing dalam industri ini.

“Kami ingin melihat lebih banyak seniman lokal sukses dan mempromosikan kekayaan budaya Aceh melalui seni konten. Inisiatif ini adalah langkah pertama dalam mendukung mereka mencapai itu,” ujar Nurlaila.

Nurlaila juga menjelaskan bahwa, program pelatihan ini telah menggandeng para ahli dalam industri seni kontenporer. Instruktur yang berpengalaman akan membimbing para peserta dalam berbagai aspek pembuatan konten, termasuk penulisan skenario, produksi video, dan pemasaran. Dengan bimbingan mereka, diharapkan peserta pelatihan dapat belajar praktik terbaik dan strategi yang relevan dengan industri seni konten.

Disbudpar Aceh juga akan menyelenggarakan kontes seni kontenporer sebagai ajang untuk para pelaku seni memamerkan karya-karya terbaik mereka. Melalui kontes ini, Disbudpar Aceh berharap dapat memotivasi lebih banyak individu untuk terlibat dalam seni kontenporer dan memajukan industri kreatif di Aceh.

BACA JUGA:  Jelang Pelantikan PJ Gubernur, Polda Aceh Kerahkan 560 Personel untuk Pengamanan

“Inisiatif ini adalah langkah awal untuk mendukung seniman lokal. Kami ingin memberikan mereka wadah untuk mengembangkan bakat mereka dan mempromosikan budaya daerah,” kata Nurlaila.

Melalui program pelatihan dan kontes seni kontenporer, Disbudpar Aceh berharap dapat mendukung pertumbuhan industri seni konten di Aceh. Semakin berkembangnya seni kontenporer di daerah ini, semakin besar peluang Aceh untuk menjadi pusat kreativitas yang menonjol dalam skema nasional dan internasional.

“Ini adalah langkah yang positif untuk mengembangkan bakat lokal dan mempromosikan kekayaan budaya daerah. Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang dalam industri seni kontenporer,” tegas Nurlaila.

Disbudpar Aceh tidak hanya mengakui pentingnya seni kontenporer dalam era digital, tetapi juga memberikan dukungan konkret kepada para pelaku seni. Dengan melengkapi mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat, Aceh dapat memainkan peran penting dalam industri seni kontenporer yang semakin berkembang.

“Ini adalah komitmen kami untuk memajukan seni kontenporer di Aceh. Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, seni konten di Aceh dapat berkembang pesat dan membawa kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional dan internasional,” kata Nurlaila.

Melalui inisiatif ini, Disbudpar Aceh berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para seniman lokal untuk berkembang dan sukses dalam industri seni kontenporer. Dengan demikian, Aceh dapat memainkan peran penting dalam menghadirkan kreativitas dan kekayaan budaya daerah di tingkat nasional dan internasional.

Beberapa seniman Aceh yang bergerak dalam seni kontenporer telah mengukir prestasi di panggung internasional dengan berpartisipasi dalam ajang seni internasional. Mereka telah menjadi duta seni Aceh di tingkat global melalui karya-karya kontenporer mereka yang inspiratif.

Agus Nur Amal, seorang seniman tutur Kontemporer Aceh, yang telah berhasil menembus dunia internasional dengan keikutsertaannya dalam Pameran Seni Rupa Kontemporer Internasional Documenta ke-15 di Kassel, Jerman tahun 2022 lalu.

Agus, yang dikenal sebagai Agus PM Toh, adalah seorang seniman teater yang telah tampil di berbagai tempat di seluruh dunia. Ia membawa tradisi mendongeng Hikayat Aceh ke panggung internasional dengan pesan moral dan tanggung jawab yang kuat dalam setiap pertunjukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *