KARO – Masyarakat Desa Kuta Mbelin, Liang Melas Datas, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, akhirnya bertindak setelah kesabaran mereka habis terhadap aktivitas perjudian tembak ikan yang terus beroperasi tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang. Pada Rabu (5/2/2025) sekitar pukul 23.30 WIB, puluhan warga, mayoritas kaum ibu, mendatangi lokasi perjudian tersebut dan menghancurkan mesin tembak ikan yang ada di tempat itu.
Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, aksi ini dilakukan karena pengelola tempat judi, yang diduga berinisial LG, tidak mengindahkan imbauan masyarakat serta pemerintah setempat untuk menutup kegiatan tersebut. Berulang kali warga meminta agar aktivitas perjudian itu dihentikan, tetapi permintaan tersebut tidak pernah dipenuhi.
Masyarakat menilai bahwa permainan judi tembak ikan ini berdampak buruk pada kehidupan sosial dan ekonomi warga, terutama bagi generasi muda, termasuk para pelajar. Banyak anak muda dan kepala keluarga yang kecanduan bermain judi tersebut, menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Kesabaran kami sudah habis. Berkali-kali kami meminta agar usaha judi itu ditutup, tapi tidak digubris. Bukan hanya suami kami, anak-anak juga jadi kecanduan main tembak ikan. Hancur sudah kami, bagaimana mau makan kalau begini?” ujar seorang warga dengan penuh emosi.
Sikap diam dari pihak berwenang ini semakin menambah kekecewaan masyarakat. Mereka berharap ada langkah konkret untuk menertibkan perjudian di wilayah mereka agar tidak merusak moral dan perekonomian warga.
“Aksi warga ini menjadi sinyal bahwa masyarakat sudah tidak bisa lagi menunggu tindakan dari pihak berwenang. kami berharap tidak ada lagi tempat perjudian yang beroperasi di wilayah mereka demi menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Setelah mesin perjudian dihancurkan, awak media mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Rasmaju Tarigan, melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Hal yang sama juga terjadi saat awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Kuta Mbelin, Efendra Sembiring.














