Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Menaker Dorong Perlindungan PMI dan Penempatan Kerja Luar Negeri

pmi
Menteri Ketenaga Kerjaan (Menaker), Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. (Foto: Istimewa)

JAKARTAMenteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mendorong perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dan penempatan kerja di luar negeri sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran.

Dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Kamis, Ida Fauziyah mengajak seluruh atase, staf teknis, dan kepala bidang ketenagakerjaan untuk terus memberikan perlindungan yang memadai kepada PMI.

“Saya ingin mengajak para atase, staf, dan Kabid agar jangan pernah lelah memberikan pelindungan kepada PMI. Kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan yang terbaik untuk PMI,” ujar Ida, Kamis (24/8/2023).

Dalam konteks membuka Rapat Koordinasi Atase, Staf Teknis, dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan di Jeddah, Arab Saudi, Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam kontribusi devisa negara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemberian perlindungan terbaik bagi PMI oleh pemerintah.

Ida, juga menyoroti dampak positif dari penempatan PMI setiap tahunnya, yang turut membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Mengingat negara ini sedang mengalami bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada dalam usia produktif, pemerintah berupaya keras untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

BACA JUGA:  HUT Lantas Ke-67, Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional di 34 Polda se-Indonesia

“Jangan lupa untuk menyerap tenaga kerja ini tidak hanya di dalam negeri, tapi juga tersedia kesempatan kerja di luar karena pada saat bersamaan negara luar banyak yang mengalami aging population. Ini kesempatan emas, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tidak hanya kita dorong dari dalam negeri, tapi juga dari negara lain,” tuturnya.

Selain menitikberatkan pada penempatan kerja di dalam negeri, Menteri Ketenagakerjaan juga menggarisbawahi peluang kerja di luar negeri. Ia mengacu pada negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Arab Saudi yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia. Hal ini dianggap sebagai peluang emas untuk lebih banyak penempatan pekerja migran.

Ia berpendapat bahwa kerja sama antara pemerintah, sektor ketenagakerjaan, dan instansi terkait sangat diperlukan. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang baik, peluang kerja di luar negeri ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pengurangan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:  Ombudsman RI Perkuat Jaringan Pengawasan  Diskusi dengan Alumni UI

Menteri Ketenagakerjaan juga menegaskan perlunya kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh para pekerja migran dengan kebutuhan negara tujuan. Dalam hal ini, penempatan pekerja migran harus dilakukan dengan baik dan efisien, termasuk dalam hal pengaturan job order. Upaya ini mencakup tidak hanya kerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Kemudian memastikan agar proses penempatan dilakukan dengan baik, mempermudah bagaimana job order bisa didapatkan. Ini kerja di dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Dengan semangat untuk memanfaatkan peluang emas ini, Ida Fauziyah menyimpulkan bahwa langkah-langkah konkret perlu diambil untuk memastikan perlindungan dan peluang pekerjaan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia. Hal ini bukan hanya menguntungkan bagi individu, tetapi juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pengurangan pengangguran di negeri ini.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *