Kabupaten Simeulue, Aceh mulai melaksanakan program pencetakan sawah baru seluas 1.050 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan luas lahan pertanian produktif di daerah kepulauan tersebut. Program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi pangan serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Aminsyah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian yang mulai dikerjakan pada tahap awal di empat kecamatan.
“Cetak sawah baru ini merupakan program Kementerian Pertanian dengan total luas mencapai 1.050 hektare. Untuk tahap awal, cetak sawah baru tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Simeulue,” ujar Aminsyah, Rabu (01/7/2026).
Empat kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut meliputi Kecamatan Teupah Selatan, Kecamatan Simeulue Timur, Kecamatan Simeulue Barat, dan Kecamatan Simeulue Tengah. Penetapan lokasi dilakukan berdasarkan hasil identifikasi lahan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi areal persawahan baru.
Menurut Aminsyah, saat ini pekerjaan pencetakan sawah baru masih berlangsung sehingga luasan lahan yang telah selesai dikerjakan belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu laporan perkembangan dari pihak pelaksana yang bekerja di lapangan.
“Kami masih menunggu progres pekerjaan cetak sawah baru tersebut. Yang pasti, pelaksanaan program cetak sawah baru sedang dikerjakan,” katanya.
Program pencetakan sawah baru ini merupakan tindak lanjut atas usulan Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun Mikaris, kepada Kementerian Pertanian RI. Dari total usulan seluas 3.000 hektare, pemerintah pusat menyetujui pelaksanaan tahap awal seluas 1.050 hektare.
Menurut Aminsyah, persetujuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas areal persawahan di Kabupaten Simeulue secara bertahap. Pemerintah daerah optimistis keberhasilan pelaksanaan tahap pertama akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lanjutan pada tahap berikutnya.
Selain meningkatkan luas baku sawah, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan produksi padi, memperkuat kemandirian pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui bertambahnya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian.
Pemerintah Kabupaten Simeulue akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan teknis dan target yang telah ditetapkan. Koordinasi dengan pihak pelaksana maupun pemerintah pusat juga terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan berlangsung tepat waktu.
Pemerintah Kabupaten Simeulue berharap pelaksanaan tahap pertama dapat berjalan sesuai target sehingga membuka peluang dilanjutkannya program pada tahap berikutnya untuk memperluas areal persawahan di wilayah tersebut.
“Kami berharap proses cetak sawah baru tahap awal ini berjalan dengan baik dan sesuai target, sehingga untuk tahap dua nanti bisa kembali dilaksanakan,” ujar Aminsyah. (**)















