Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ratusan Pengrajin Batu Bata dan Genteng di Pringsewu Protes Pemberitaan Cetak Sawah yang Dipelintir

AddText 09 26 06.32.17
Alat berat sedang melakukan pengerukan tanah untuk proses cetak sawah yang hasil tanahnya dimanfaatkan pengrajin tobong batu bata dan genting. (HarianDaerah.com)

PRINGSEWU – Pemberitaan di sejumlah media online yang menyebut adanya keluhan masyarakat terhadap kegiatan jasa cetak sawah dibantah keras oleh warga. Ratusan pengrajin batu bata dan genteng di Kecamatan Pagelaran Utara, Banyumas, hingga Sukoharjo menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai kenyataan.

Menurut mereka, kegiatan yang berlangsung adalah jasa cetak sawah, sebuah mekanisme pengolahan lahan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya mengoptimalkan kembali lahan yang kurang produktif, jasa ini juga mampu mengubah daratan biasa menjadi areal persawahan yang subur, sesuai dengan kebutuhan dan pesanan pemilik lahan.

“Kalau ada yang bilang masyarakat resah, itu tidak benar. Justru kami merasa sangat terbantu. Karena dengan adanya jasa cetak sawah, usaha kami bisa berjalan, lahan petani lebih produktif, dan semua pihak memperoleh manfaat,” ujar seorang pengrajin dari Pekon Giritunggal, Kecamatan Pagelaran Utara.IMG 20250926 WA0146

BACA JUGA:  Dapur SPPG Sukamulya Berkah Rajendra Hadirkan Layanan Gizi Seimbang untuk Warga Pringsewu

Hal serupa diungkapkan seorang pengrajin dari Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas.
“Jasa cetak sawah tidak hanya memberikan kepastian bagi petani dalam memperoleh lahan tanam baru, tetapi juga menjamin ketersediaan bahan baku yang menopang usaha kerajinan. Tanpa kegiatan ini, produksi kami bisa terhenti total. Jadi jelas kami terbantu, bukan dirugikan,” tegasnya.

Para pengrajin di Kecamatan Sukoharjo juga merasakan manfaat yang sama.
“Ketersediaan lahan dan bahan baku itu saling terkait. Dengan jasa ini, pesanan terpenuhi, produksi lancar, dan perekonomian desa tetap bergerak,” kata salah seorang pengrajin setempat.

Masyarakat memandang jasa cetak sawah sebagai proses transformasi ruang yang menghadirkan nilai tambah ekonomi dan sosial. Daratan yang semula tidak bernilai tinggi diolah menjadi sumber kehidupan baru, baik bagi petani maupun pelaku usaha mikro. Dalam konteks pembangunan lokal, jasa ini bukan hanya sekadar pekerjaan teknis, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat yang nyata.

BACA JUGA:  Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, LP NasDem Laporkan Pekon Sukananti ke Polisi

“Yang membuat resah bukan kegiatannya, melainkan pemberitaan yang tidak sesuai fakta. Kami hanya ingin informasi yang beredar benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Ke depan, warga berharap tidak ada lagi penyajian informasi yang keliru. Sebab, pada praktiknya, jasa cetak sawah telah menjadi penggerak ekonomi pedesaan, melahirkan lahan pertanian baru, menjaga produktivitas pengrajin, dan menghidupkan kembali ruang-ruang yang tadinya tidak produktif.

Sebelumnya, sempat beredar pemberitaan di sejumlah media online yang menyebut kegiatan jasa cetak sawah tersebut sebagai tambang galian C ilegal berupa galian tanah liat. (Vit )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *