Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Stok SPBUN Ujong Serangga Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Nelayan

"Nelayan sangat berharap ada tambahan minyak. Kalau ada penambahan BBM di SPBUN, itu sangat baik," ujar Ari Gunawan, Sabtu (17/5/2025).

IMG 20250517 142652 scaled e1747467715127
Petugas SPBUN Ujong Seranga mengisi BBM untuk nelayan

Aceh Barat Daya – Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi persoalan serius bagi nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kebutuhan minyak solar untuk operasional kapal nelayan mencapai 120 ton per bulan, namun yang tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Ujong Serangga hanya 80 ton.

Jumlah tersebut merupakan jatah kontrak dari Pertamina, dan masih jauh dari cukup.

Kepala Kantor Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Ujong Serangga, Ari Gunawan, menyatakan bahwa para nelayan sangat mengharapkan adanya tambahan pasokan BBM agar aktivitas melaut tidak terganggu.

“Nelayan sangat berharap ada tambahan minyak. Kalau ada penambahan BBM di SPBUN, itu sangat baik,” ujar Ari Gunawan, Sabtu (17/5/2025).

Menurutnya, ketersediaan stok BBM di SPBUN Ujong Serangga hanya bertahan hingga tanggal 23 setiap bulannya. Padahal, kapal-kapal nelayan terus beroperasi setiap hari tanpa mengenal tanggal. Hal ini menyebabkan banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan solar bersubsidi untuk melaut.

BACA JUGA:  Warga Desak Aparat Bertindak Tegas dan Transparan Ungkap Dugaan Penipuan di UPTD BPKA Abdya

Pengambilan BBM di SPBUN dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Kantor PPI Ujong Serangga, Kecamatan Susoh. Namun, distribusi BBM ini hanya mencukupi satu kali keberangkatan (trip) untuk setiap kapal dalam sebulan. Itu pun disesuaikan dengan kapasitas mesin kapal.

Di Abdya, terdapat 216 unit kapal nelayan kategori di bawah 30 Gross Ton (GT) yang berhak mendapatkan solar bersubsidi karena memiliki dokumen yang lengkap.

Sementara itu, ada sembilan unit kapal di atas 30 GT yang tidak berhak menerima subsidi.

Harga solar di SPBUN untuk nelayan sudah disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga Rp6.800 per liter.

SPBUN Ujong Serangga sendiri berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan dikelola oleh Koperasi Perikanan Refca.

Pihak Kantor PPI berharap agar pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk menambah pasokan BBM di SPBUN Ujong Serangga, sehingga aktivitas melaut nelayan Abdya tidak terganggu dan perekonomian masyarakat pesisir tetap berjalan.

BACA JUGA:  Meugang Idul Fitri 1446 H di Aceh Barat Daya pada 29 Maret 2025

Dengan jumlah kapal yang cukup banyak dan tingginya intensitas melaut, pasokan solar menjadi kebutuhan vital bagi nelayan. Tanpa pasokan yang memadai, nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut, yang berdampak langsung pada penghasilan mereka dan pasokan ikan untuk masyarakat.

Permintaan tambahan BBM ini bukan hanya demi keberlanjutan ekonomi nelayan, tetapi juga sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan laut di wilayah barat selatan Aceh.

Pemerintah diharapkan tidak tinggal diam atas situasi krisis yang membayangi sektor perikanan di Abdya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *