Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Usai Konsumsi MBG, Ratusan siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan

IMG 20260814 115236
Ambulance yang mengangkut sejumlah siswa keracunan makanan diduga faktor MBG ke Rumah Sakit di Berastagi, Karo. (Foto:hariandaerah.com/Dok.Ist).

KARO – Ratusan siswa sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/08/2026).

Informasi yang hariandaerah.com dapatkan, sebanyak 279 siswa dari dua sekolah, yaitu SMAN 1 Berastagi dan SMA Bersama dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Kejadian tersebut mendapat perhatian dari pihak sekolah, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Para siswa yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:  ‎Perayaan HUT Simeulue ke-26 Minim Publikasi, Publik Pertanyakan

Penanganan terhadap para siswa ini juga menjadi prioritas. Sementara penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan masih dalam proses pemeriksaan.

Pihak berwenang juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap sempel makanan dan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan menu MBG untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara makanan tersebut dengan keluhan yang dialami para siswa.

Masyarakat, khususnya orang tua siswa, diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepastian mengenai penyebab kejadian akan menunggu hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

BACA JUGA:  Sakit Tiba Tak Cemas Biaya, Program JKN Solusi Kesehatan Asisten Apoteker Aceh

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya penerapan standar keamanan, kebersihan, pengolahan, penyimpanan dan distribusi makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar makanan yang diberikan kepada para siswa benar-benar aman, bergizi dan memenuhi standar kesehatan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *