KARO – Di tengah derasnya arus globalisasi, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberagaman budaya. Hal ini disampaikan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Karo, Raja Edward Sebayang, dalam rapat pansus pembahasan terkait pendidikan di ruang rapat DPRD Kabupaten Karo, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, bahasa daerah merupakan penjaga kearifan lokal yang harus diwariskan kepada generasi muda. Pendidikan berbasis bahasa daerah perlu segera diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Karo agar anak-anak tetap terhubung dengan warisan budaya dan tradisi leluhur.
“Sebelum budaya Karo hilang ditelan bumi, saya menyarankan agar Dinas Pendidikan menerapkan kurikulum pembelajaran bahasa daerah dan seni budaya Karo di setiap jenjang sekolah. Ini harus dan wajib dilaksanakan,” tegas Raja Edward Sebayang.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian bahasa Karo tidak cukup hanya di sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diimbau membiasakan berkomunikasi dengan anak-anak menggunakan bahasa Karo.
“Contohnya bisa kita lihat dari masyarakat Toba, Jawa, bahkan warga keturunan Tionghoa, Cina, maupun Korea. Mereka tetap menggunakan bahasa daerahnya dalam keluarga. Itu yang harus kita tiru,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Lebih lanjut, mantan Kepala Desa Perbesi ini mengusulkan agar penggunaan aksara Karo diwajibkan di berbagai ruang publik, termasuk pada papan nama kantor pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta. Selain itu, warung, hotel, dan kawasan wisata di Karo diharapkan ikut menampilkan identitas budaya Karo, misalnya dengan memutar lagu-lagu khas daerah.
“Eksistensi budaya Karo harus dijaga. Ke depan, semua pintu masuk perbatasan Kabupaten Karo sebaiknya juga menggunakan aksara Karo. Keberadaan sanggar seni pun perlu dibangun secara bertahap di setiap daerah pemilihan,” tambahnya.
Raja Edward juga menegaskan bahwa langkah ini membutuhkan dukungan bersama, baik regulasi, pendanaan, maupun promosi aktif. Peran media massa turut diharapkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami serta mempelajari bahasa daerah Karo.
“Belum terlambat. Mari kita benahi bersama. Pers juga harus ambil bagian dalam sosialisasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya kearifan lokal dan bahasa daerah Karo,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai penghubung antara generasi pendahulu dan generasi penerus. Dengan menjaga bahasa Karo, mereka dapat memastikan keberlangsungan identitas budaya tersebut di tengah tantangan digitalisasi.
“Pelestarian kearifan lokal melalui bahasa daerah adalah kunci menjaga keanekaragaman budaya yang kaya makna. Dengan kolaborasi semua pihak, saya yakin bahasa Karo akan tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya.














