Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Parit di Geulumpang Payong Kembali Tersumbat Sampah Kiriman, Warga Desak Solusi Permanen

Pembersihan dilakukan pemerintah gampong bersama warga pada Rabu (24/9/2025), setelah saluran air tersumbat dan menimbulkan keluhan masyarakat.

IMG 20250924 WA0027 scaled e1758699076590
Masyarakat Gampong Geulumpang Payong membersihkan selokan yang dipenuhi sampah kiriman. Foto. Hariandaerah.com/Teuku Nizar.

Aceh Barat Daya – Parit di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali dipenuhi sampah kiriman dari desa tetangga di Kemukiman Kuta Tinggi.

Pembersihan dilakukan pemerintah gampong bersama warga pada Rabu (24/9/2025), setelah saluran air tersumbat dan menimbulkan keluhan masyarakat.

Keuchik Geulumpang Payong, Khairuddin, menyatakan pembersihan semacam ini sudah berulang kali dilakukan.

Namun, kondisi serupa terus terulang akibat minimnya kesadaran menjaga kebersihan lintas desa.

“Saya selaku pemerintah gampong berharap tiga desa yang ada di Kemukiman Kuta Tinggi bisa saling menjaga. Sampah kiriman ini efeknya langsung ke desa kita. Jadi ayo sama-sama kita menjaga agar hal seperti ini tidak terulang,” kata Khairuddin.

Menurut Khairuddin, masalah sampah yang menumpuk di parit tidak bisa ditangani oleh satu desa saja.

Ia menegaskan perlunya perhatian lebih dari pemerintah kabupaten, terutama dinas terkait, agar masalah serupa tidak terus terjadi.

“Kita butuh perhatian serius dari dinas terkait. Jangan sampai masyarakat hanya sibuk membersihkan, sementara sampah kiriman terus masuk tanpa ada solusi. Kalau ada koordinasi lintas desa dan dukungan kabupaten, tentu masalah ini bisa teratasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  April Mendatang, Gubernur Muzakir Manaf Resmikan Pembangunan Pabrik Ban di Aceh Barat

Khairuddin menambahkan, sebenarnya desa tetangga sudah memiliki tong sampah. Namun, tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah.

Kondisi tersebut menyebabkan aliran air sering tersumbat oleh tumpukan sampah yang hanyut ke parit Geulumpang Payong.

Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat. Yusnizar, salah seorang warga Geulumpang Payong, mengatakan penyumbatan parit kerap terjadi karena masyarakat masih menjadikan aliran air sebagai tempat pembuangan.

“Kalau sudah tersumbat, air menggenang, dan baunya tidak tertahankan. Kami merasa sangat terganggu dengan kondisi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Lorong II Geulumpang Payong, M Taisir, menyebut sampah yang menumpuk di parit bukan hanya plastik, tetapi juga kayu, batang kelapa, hingga bangkai hewan.

“Kondisi ini jelas membuat lingkungan jadi kotor dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Warga menilai penyumbatan parit tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Genangan air akibat parit tersumbat dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah (DBD).

BACA JUGA:  Dandim Abdya Imbau Warga Jaga Kondusifitas, Jangan Terprovokasi Isu Nasional

“Kalau dibiarkan, bisa jadi masalah kesehatan juga. Selain itu, kalau musim hujan, air bisa meluap dan menyebabkan banjir lokal,” tambah Yusnizar.

Masyarakat Geulumpang Payong mendesak pemerintah kabupaten melalui dinas terkait segera melakukan langkah nyata, bukan sekadar pembersihan sesaat.

Mereka meminta adanya normalisasi saluran air, pengawasan terhadap pembuangan sampah, serta sosialisasi lintas desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami ingin ada solusi permanen, bukan hanya pembersihan sesaat,” pungkas Taisir.

Warga berharap koordinasi antar desa di Kemukiman Kuta Tinggi bisa diperkuat, sehingga persoalan sampah lintas wilayah dapat segera ditangani.

Menurut mereka, tanpa campur tangan pemerintah daerah, masalah ini akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat Geulumpang Payong.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *