BEBES – Pemerintah Kabupaten Brebes secara resmi menerima kunjungan peserta Studi Lapangan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai 18 hingga 20 Mei 2026 ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia. Para peserta akan ditempatkan di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) utama, yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Pendopo Brebes pada Senin (18/5/2026), dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Waka Pusdikmin Lemdiklat Polri), AKBP Henny Purwati, yang bertindak mewakili Kapusdikmin Lemdiklat Polri.
Dalam sambutannya, AKBP Henny Purwati menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Brebes sebagai lokasi studi didasarkan pada rekam jejak dan deretan prestasi gemilang yang telah diraih pemerintah daerah di tingkat nasional. Salah satunya adalah keberhasilan meraih predikat nominatif dalam ajang Innovative Government Awards (IGA) tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
“Kami sangat yakin dan percaya dengan rekam jejak Pemkab Brebes. Pada IGA 2025 lalu, Brebes sukses menempati peringkat ke-20 tingkat nasional dari total 416 kabupaten se-Indonesia, dengan skor 97,8 yang menempatkan daerah ini dalam zona hijau atau kategori tertinggi,” ungkap Henny.
Selain prestasi di bidang inovasi daerah, lanjut Henny, komitmen Pemkab Brebes dalam memberikan kemudahan pelayanan publik juga telah teruji. Hal ini dibuktikan melalui penilaian Ombudsman Republik Indonesia pada tahun 2024, yang menganugerahkan Brebes sebagai daerah dengan kepatuhan pelayanan publik terbaik.
Tujuan utama dari kegiatan studi lapangan ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada para peserta untuk memahami permasalahan nyata di lapangan secara objektif. Melalui kegiatan ini, para perwira pengawas Korps Bhayangkara diharapkan mampu mengasah kemampuan analisis serta mempertajam keterampilan pengambilan keputusan yang berbasis pada data dan fakta.
Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Tahroni, menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan oleh Lemdiklat Polri kepada Brebes.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami karena Brebes dipercaya menjadi lokus pelaksanaan studi lapangan ini. Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun bagi daerah kami,” ujar Tahroni.
Pemkab Brebes memandang kegiatan ini bukan sekadar agenda pemenuhan kurikulum semata, melainkan sebagai wadah berdiskusi yang produktif untuk saling bertukar pengalaman, sekaligus meninjau penerapan tata kelola pemerintahan yang baik serta manajemen birokrasi di lapangan.
Tahroni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri. Hubungan harmonis dan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan institusi Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami menyadari bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi Polri sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi tersebut,” pungkasnya.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab Brebes, para mentor, pendamping, serta seluruh peserta pelatihan. Kegiatan ditutup secara simbolis dengan penyerahan cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan perwakilan Lemdiklat Polri.














