Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Banjir Bandang Hantam Brebes, Sawah Petani Berubah Jadi Sungai

IMG 20251109 WA0035
Lahan pertanian warga yang tergerus air sungai Keruh (Foto: hariandaerah.com/Putra Zambase).

BREBES – Banjir bandang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Brebes, tepatnya di Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Bumiayu, menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian. Puluhan hektar sawah gagal panen dan sebagian bahkan berubah menjadi aliran sungai akibat terjangan arus deras.

Kerusakan terjadi karena sawah terendam banjir, tersapu arus kuat, serta tertutup material lumpur dan bebatuan yang terbawa banjir. Kondisi ini mengubah bentang lahan pertanian di sejumlah titik, seperti di Desa Adisana dan Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tokoh masyarakat Brebes Selatan, H. Muflikhin, menyampaikan hal tersebut kepada hariandaerah.com setelah meninjau beberapa lokasi terdampak, Minggu (9/11/2025).

“Banjir kali ini benar-benar parah. Arusnya sangat kencang hingga mengikis lapisan tanah produktif. Akibatnya, lahan sawah berubah fungsi menjadi aliran sungai atau hamparan lumpur dan bebatuan yang tidak bisa ditanami kembali,” ujar Muflikhin.

Ia menambahkan, para petani mengalami kerugian besar akibat gagal panen dan harus menanggung biaya tambahan untuk membersihkan lahan. Bahkan, sebagian petani terancam kehilangan mata pencaharian permanen jika lahan tidak dapat dipulihkan.

Muflikhin berharap Pemerintah Kabupaten Brebes, melalui BPBD dan dinas terkait, segera melakukan inventarisasi kerusakan, memperbaiki jaringan irigasi, serta melakukan reklamasi lahan untuk membantu para petani terdampak.

“Dinas terkait juga perlu memperbaiki aliran Sungai Keruh di wilayah Adisana dan Penggarutan. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Desa Adisana kembali terendam banjir apabila debit air meningkat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti penyebab utama meningkatnya risiko banjir, yakni alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian di wilayah hulu, yang mengurangi kemampuan kawasan tersebut dalam menyerap air hujan.

Sementara itu, Darto (50), seorang petani asal Desa Penggarutan, mengaku lahan sawah miliknya yang berada di tepi sungai ikut tergerus banjir.

“Banjir kali ini benar-benar menghancurkan sawah saya. Tanaman padi yang sudah siap panen habis terbawa arus,” keluhnya.

Darto berharap Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama jajarannya turun langsung ke lapangan untuk memberikan solusi nyata bagi para petani yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. M. Furqon Amperawan, serta Kepala Pelaksana Harian BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, belum memberikan keterangan resmi terkait luas lahan pertanian produktif yang rusak atau berubah fungsi menjadi aliran sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *