Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

BPAN Aceh Dorong Pengawasan Orang Tua Untuk Menanggulangi Tauran dan Begal

BPAN
Agussalim Anzib BPAN Provinsi Aceh bersama Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK. (Foto: hariandaerah/Nurmansyah)

LHOKSEUMAWE – Perwakilan dari Badan Penelitian Aset Negara (BPAN), Agussalim Anzib menyerukan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Seruan ini sejalan dengan himbauan Kapolres Lhokseumawe, sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat terkait maraknya tindakan tauran dan begal yang dilakukan oleh pelaku di bawah umur, termasuk yang berusia 13 tahun. Selasa (26/12/2023).

Agussalim menekankan bahwa orang tua harus lebih peduli dan mengawasi anak-anak mereka, terutama saat malam hari. Hal ini menjadi penting mengingat maraknya tindakan tauran dan begal yang meresahkan masyarakat.

“Pelaku kebanyakan masih berusia di bawah umur, bahkan ada yang berusia 13 tahun. Situasi ini membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menjaga keamanan di komunitas kita,” jelas Agussalim.

BACA JUGA:  Dandim 0103/Aceh Utara Jadi Irup Upacara Bendera di Lapangan Sudirman

Sebagai tokoh aktif di BPAN, Agussalim menyuarakan keprihatinannya atas situasi ini. “Kita harus bersama-sama menghadapi tantangan ini. Orang tua perlu memainkan peran penting dalam mengawasi anak-anak mereka, sementara seluruh elemen masyarakat juga harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ketua IMPKL Minta Pemerintah Hentikan Pembangunan Rel Kereta Api di Lhokseumawe

BPAN propinsi Aceh melihat perlunya koordinasi dan kerjasama lintas sektor untuk mengatasi permasalahan ini. Agussalim menambahkan, “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak-anak kita dan kesejahteraan bersama.”

Dengan kerjasama dan langkah-langkah nyata ini, masyarakat Lhokseumawe dapat merasakan perubahan positif dalam keamanan lingkungannya. “Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh komunitas kita,” tutup Agussalim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *