Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Tak Pernah Lepas Dari Nilai Syariat Islam

Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Tak Pernah Lepas Dari Nilai Syariat Islam almuniza kamal
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, (Foto: Screenshot Youtube Dishub Aceh)).

BANDA ACEH – Seni kontemporer di Aceh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di setiap wilayah di provinsi Aceh saat ini yang terus berkembang mengikuti zaman modern yang penuh keunikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

Hal tersebut disampaikan, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamjah, S.SOS., M.M kepada media hariandaerah.com diruang kerjanya, Rabu (18/10/2023).

Nurlaila Hamjah mengatakan, seni kontenporer Aceh, dengan berbagai elemen seni seperti tari, musik, dan sastra, senantiasa dipertahankan dalam kerangka syariat Islam.

“Para seniman dan penampil seni kontemporer Aceh menjunjung tinggi prinsip-prinsip agama dalam setiap karyanya, memastikan bahwa pesan-pesan moral dan etika Islam tetap utuh,” ujarnya.

Dalam upaya memperkuat hubungan antara seni dan syariat, Nurlaila menuturkan, berbagai komunitas seniman dan penggiat seni di Aceh mengadakan berbagai kegiatan dan pertunjukan yang mempromosikan pesan-pesan agama.

“Mereka juga menggandeng ulama-ulama lokal untuk memberikan panduan dan pengetahuan tentang syariat Islam kepada para seniman muda (milenial), baik dalam bentuk busana maupun syair yang bernuansa Islami,” tuturnya

Seni kontemporer Aceh juga memiliki dampak positif dalam mendidik generasi muda. Para guru dan pendidik di Aceh menggunakan seni sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan budaya kepada anak-anak, menjadikannya alat edukasi yang efektif.

“Meskipun dalam seni kontemporer ini mengikuti zaman modern dan bebas dengan penuh keunikan, namun di Aceh tetap menjunjung tinggi syariat Islam khususnya pada seni kontemporer jenis tarian,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pegawai Diskop UKM Aceh Donor Darah 34 Kantong

Ia menambahkan, seperti salah satunya tari zaman yang telah mendunia. Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo dan biasanya ditampilkan dalam suatu perayaan penting di suatu peristiwa adat.
Syair pada tariannya juga mempergunakan Bahasa-bahasa Gayo.

Selain itu tarian ini juga kerap ditampilkan saat merayakan hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Nama tarian “Saman” diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh, yakni Syekh Saman. Beberapa sejarah menyatakan Syekh Saman yaitu seorang ulama yang berasal dari Suku Gayo di Aceh Tenggaralah yang kemudian menemukan dan mendirikan tari Saman.

Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Nurlaila mengatakan, meskipun dalam konteks yang lebih luas, seni kontemporer Aceh juga menjadi daya tarik wisata yang tak terhindarkan. Wisatawan dari dalam dan luar negeri datang untuk menyaksikan pertunjukan seni baik tari, musik, dan sastra yang unik dan modern ini akan memberikan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Aceh.

Disbudpar Aceh: Seni Kontemporer Tak Pernah Lepas Dari Nilai Syariat Islam tari teater
Rapai Cebrek dibawa-serta dalam Teater Tari Kontemporer bernuansa Islami. (Foto: hariandaerah.com/H/IW).

Secara keseluruhan, seni kontemporer Aceh telah menunjukkan bahwa seni dan syariat Islam bisa beriringan. Dengan mempertahankan nilai-nilai agama dalam karya seninya, Aceh memelihara identitas budaya dan agama yang kuat, sambil tetap menginspirasi dan mendidik generasi muda serta menarik para wisatawan ke wilayah ini.

Prestasi seni kontemporer Aceh telah menjadi bukti nyata bahwa mereka telah mencapai panggung internasional. Beberapa seniman kontemporer dari Aceh telah berhasil menunjukkan karya-karya mereka di ajang-ajang seni internasional, membawa citra seni Aceh ke tingkat global.

BACA JUGA:  Camat Bukit: Dalam Waktu Dekat Akses Jalan Simpang 4 KKA Sudah Normal Kembali

Mereka telah mampu mengekspresikan pesan budaya Aceh melalui medium yang modern dan relevan, menunjukkan bahwa seni konten porer adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Aceh.

Kehadiran seniman kontemporer Aceh di ajang internasional telah membantu mempromosikan kekayaan budaya Aceh di seluruh dunia. Karya-karya mereka telah menyampaikan pesan moral dan budaya Aceh kepada khalayak global, menjadikan seni konten porer sebagai alat yang kuat dalam pelestarian dan penyebaran budaya Aceh. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa budaya Aceh tetap relevan dan berkembang dalam era modern.

Selain itu, partisipasi seniman kontemporer Aceh di ajang internasional telah membuka pintu bagi kolaborasi dan pertukaran budaya yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi duta seni Aceh, tetapi juga menjadi jembatan antara budaya Aceh dan budaya-budaya lain di berbagai belahan dunia. Prestasi mereka menggambarkan betapa budaya adalah sesuatu yang hidup dan dapat bersifat universal.

Secara keseluruhan, kehadiran seniman konten porer Aceh di ajang internasional adalah bukti kuat bahwa seni kontemporer Aceh memiliki daya tarik global dan dapat menjadi jendela yang memungkinkan dunia melihat kekayaan budaya Aceh. Mereka telah membuktikan bahwa budaya Aceh memiliki tempat yang istimewa di panggung seni dunia dan akan terus menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *