Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Keuchik Palak Hulu Dimosi Warga, Diduga Ketidaktransparanan

Aksi ini sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Keuchik Edi Azhar yang diduga tidak transparan dalam mengelola pemerintahan dan keuangan desa.

IMG 20250502 145104
Keuchik Gampong Palak Hulu, Edi Azhar

Aceh Barat Daya – Ratusan warga Gampong Palak Hulu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, melakukan aksi unjuk rasa dan menyegel kantor desa setempat.

Aksi ini sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Keuchik Edi Azhar yang diduga tidak transparan dalam mengelola pemerintahan dan keuangan desa.

Tak hanya berorasi, warga juga melakukan aksi door to door untuk menggalang tanda tangan dukungan pemberhentian Edi Azhar dari jabatannya sebagai kepala desa.

Protes ini dipicu oleh berbagai kekecewaan masyarakat atas kinerja pemerintah desa yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kami sudah rapat, kami tanya soal kinerjanya. Tapi jawabannya tidak masuk akal, dia bilang semua karena kelalaian,” ujar Suardi, warga yang turut serta dalam aksi.

BACA JUGA:  Seorang Warga Bener Meriah Diamankan Satreskoba Polres Bener Meriah

Aksi protes warga menyoroti berbagai persoalan, mulai dari dugaan penyalahgunaan anggaran ketahanan pangan, pembangunan rumah sewa yang mangkrak, hingga persoalan sewa-menyewa aset desa dan pemasangan tiang listrik yang tak kunjung terealisasi.

Rudi, salah seorang tokoh masyarakat setempat juga menyatakan bahwa gelombang protes ini akan dilanjutkan hingga pelaporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Abdya.

Mereka juga meminta Bupati Abdya untuk segera mencopot Edi Azhar dari jabatannya sebagai Keuchik Palak Hulu.

Menanggapi hal ini, Edi Azhar membenarkan adanya penyegelan kantor desa oleh massa. Ia menyayangkan tindakan tersebut dan menilai bahwa musyawarah seharusnya menjadi jalan utama dalam menyelesaikan masalah.

BACA JUGA:  Penolakan Tambang di Abdya Menguat, Perusahaan Lain yang Sudah Eksplorasi Justru Tak Tersentuh

“Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan buktikan melalui pemeriksaan inspektorat. Kita punya aturan,” ujar Edi.

Ia juga menduga ada aktor tertentu yang memprovokasi warga demi kepentingan pribadi.

Edi berharap pihak berwenang memberikan sanksi kepada oknum yang dianggap mengadu domba masyarakat.

Ia memperingatkan bahwa jika tindakan seperti ini dibiarkan, potensi instabilitas bisa menyebar ke desa-desa lain di Abdya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *