ACEH BESAR – Kreativitas bisa muncul dari mana saja, termasuk dari limbah alam seperti pelepah rumbia. Ridwan (35), warga Gampong Cot Keueung, Kecamatan Kota Baro, Aceh Besar, membuktikan bahwa bahan sederhana ini bisa diolah menjadi karya seni bernilai ekonomis tinggi.
Sejak lima bulan terakhir, Ridwan menekuni pembuatan miniatur pesawat dari pelepah rumbia. Karyanya menampilkan berbagai model pesawat populer seperti Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia, Super Air Jet, Citilink, hingga pesawat milik TNI dan maskapai internasional seperti Saudi Arabian Airlines.
“Inspirasi awal saya dapat dari YouTube. Banyak yang membuat miniatur dari barang bekas. Karena di sekitar sini banyak pelepah rumbia, saya coba manfaatkan itu,” ujar Ridwan saat ditemui di sekitar Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Kamis (17/4/2025).
Miniatur pesawat karya Ridwan dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per unit, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan desain. Dalam satu pekan, ia mampu menjual rata-rata hingga 70 unit, baik sebagai koleksi pribadi, mainan anak-anak, maupun cenderamata khas.
“Alhamdulillah, sejauh ini peminatnya cukup banyak, terutama dari kalangan anak-anak dan kolektor. Saya juga menerima pesanan sesuai permintaan, seperti logo maskapai tertentu atau desain khusus,” tambahnya.
Dengan hanya bermodal alat sederhana dan bahan alami, Ridwan berharap usahanya bisa terus berkembang dan dikenal hingga ke luar Aceh. Ia juga berencana memberikan pelatihan kepada pemuda di kampungnya agar bisa ikut berkarya dan menciptakan lapangan kerja baru.
Miniatur pesawat buatan Ridwan bukan hanya menjadi produk kreatif yang unik, tetapi juga simbol pemberdayaan sumber daya lokal serta inovasi dari desa yang layak mendapat perhatian lebih luas.














