ACEH TAMIANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat mengambil langkah cepat, tepat serta tegas terhadap perilaku salah seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri yang diduga telah melakukan tindakan tidak pantas terhadap sebagian anak-anak didik (Murid) di sekolahnya tersebut.
Perilaku itu terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2025 lalu. Oknum Kepsek diduga telah melontarkan kata-kata kasar dan menjurus kepada ucapan kotor yang sangat tidak pantas dilakukan oleh pendidik terhadap 12 orang siswanya sendiri.
Bahkan oknum Kepsek juga sempat mengeluarkan nada yang bersifat ancaman kepada wartawan saat diminta klarifikasi terhadap kata-kata kasar yang diucapkannya kepada murid.
Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan menilai perilaku oknum Kepala SD kepada sejumlah muridnya tersebut sangat tidak wajar. Pasalnya, ucapan teguran dilakukan dengan nada sangat tidak beretika dan bermoral, serta terkesan seperti orang tidak berpendidikan.
“Apapun alasannya, ucapan itu tidak pantas keluar dari mulut Pendidik kepada anak didik. Terlebih, mereka yang menerima ucapan itu adalah anak-anak yang statusnya masih di bawah umur. Parahnya itu keluar dari mulut Kepala Sekolah,” ucap Erwan kepada media hariandaerah.com, Selasa (13/05/2025).
Erwan menjelaskan, semestinya teguran dilakukan dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan, layaknya seorang pendidik. Bahkan jika harus memberikan pembinaan akibat kesalahan yang dilakukan seorang siswa, berikan pembinaan yang bersifat edukatif.
“Bukan sebaliknya. Apalagi sampai memaki-maki seperti itu. Kan sangat kurang ajar sekali,” katanya dengan ketus.
Untuk itu, Ketua PWI Tamiang mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten setempat segera memanggil dan memberikan tindakan tegas kepada oknum Kepala SD yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan di kabupaten Aceh Tamiang.
Erwan melanjutkan, kasus seperti ini kemungkinan tidak baru kali ini terjadi. Pasalnya, dari gambaran kasus yang mencuat ini memunculkan asumsi kuat jika sebelumnya kasus kekerasan verbal juga pernah dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah. Tidak hanya kepada siswa, bahkan para dewan guru pun mungkin pernah mengalami perlakuan serupa.
“Ini yang nampak. Sebelumnya diduga pun pernah terjadi. Bisa-bisa guru disana pun pernah mengalami,” terangnya lagi.
“Oknum Kepala Sekolah harus di skor dan dimintai keterangan atas ucapannya. Jika terbukti benar, maka harus dicopot dari Kepala Sekolah,” sambungnya.
Pasca mencuatnya kasus itu, Erwan mengaku sudah bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Abdul Thalib dan Sekretaris nya Muhammad Yani pada Senin, 12 Mei 2025 kemarin.
Pihak Dinas tidak menampik dan membenarkan jika isu itu memang terjadi. Dinas Dikbud mengaku secepatnya akan mengambil tindakan serta langkah dalam menyikapi kasus yang terjadi agar tidak menimbulkan citra buruk pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Benar. Kami minta waktu untuk menindaklanjuti masalah ini. Secepatnya ini akan kami selesaikan,” kata Erwan mengulang apa yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Abdul Thalib.
Di sisi lain, Erwan juga mendesak agar Dinas tidak hanya menindaklanjuti kasus yang dilakukan oknum Kepala SDN 1 Rantau Pauh, namun juga penting dilakukan upaya pemeriksaan yang lainnya terhadap Kepala Sekolah tersebut.
“Jika perlu dilakukan audit terhadap keuangan sekolah itu. Sebab dugaan-dugaan lainnya pun perlu diperhatikan jika melihat dari watak dari Kepala Sekolah,” tegasnya.
Perilaki oknum Kepala SD Negeri 1 Rantau Pauh viral dalam pemberitaan banyak media di Kabupaten Aceh Tamiang karena telah melakukan tindakan yang mencoreng dunia pendidikan di Daerah Bumi Muda Sedia dalam beberapa hari terakhir.
Oknum Kepsek diduga telah melontarkan kata-kata kasar kepada sebanyak 12 orang siswa di sekolah itu pada Hari Sabtu, tanggal 10 Mei 2025 lalu.
Kronologis terjadi saat puluhan murid dipanggil ke ruang (epala Sekolah karena hasil ujian akhir mereka yang dinilai kurang memuaskan. Namun alih-alih memberi pembinaan secara edukatif, Kepala Sekolah justru mengucapkan kata-kata yang tidak pantas dalam dunia pendidikan.
Salah seorang siswa yang ikut dipanggil dengan didampingi orang tuanya menyebutkan dan menirukan kata-kata teguran Kepala Sekolah. “Mamak kalian lo*te, dan anj***,” ucap siswa tersebut.
Ucapan itu sontak membuat kaget para orang tua siswa yang mendengarnya. Selain kasar, kata-kata tersebut dianggap sangat tidak layak keluar dari mulut seorang Kepala Sekolah yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan pendidikan.
Ketika dikonfirmasi wartawan, Kepala Sekolah tidak membantah. Ia mengakui pernah melontarkan kalimat tersebut. oknum Kepsek berdalih menyebutnya hanya sebagai bentuk perumpamaan.
Bahkan Kepsek sempat mengeluarkan nada yang bersifat ancaman kepada wartawan yang meminta keterangan. Kepsek mengatakan, jika kasus ini dimuat dalam pemberitaan, Kepala Dinas nantinya tidak akan tinggal diam dan akan membantunya.
“Kalau abang naikin ini jadi pemberitaan, Kadis kami juga tidak tinggal diam.” pungkas Erwan.














