Aceh Barat Daya – Desa Pantai Perak kembali menggelar Pawai Takbiran dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Acara yang berlangsung di halaman Masjid Baiturrahim ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, pemudi, anak-anak sekolah, serta aparatur desa, Minggu (29/3/2025) malam.
Satuan Lantas turut serta dalam mengawal jalannya pawai agar tetap berjalan lancar dan tertib.
Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemuda Desa Pantai Perak yang telah berkontribusi dalam memasak kuah belangon, hidangan khas yang disajikan kepada warga yang hadir.
Dukungan terhadap acara ini juga datang dari berbagai pihak, termasuk Surya Gas, Galon SPBU Pantai Perak, serta para donatur yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, MTSN Susoh, komunitas Sound Sistem, Muska, dan relawan Masjid Baiturrahim turut memberikan sumbangsih besar dalam kesuksesan acara ini.
Ketua Pemudi, Mifta Farah bersama Suci Ariska Putri dan anggota lainnya, serta Ketua Pemuda Aldi Ikram Wali, ikut aktif dalam mengorganisir acara ini.
Tidak ketinggalan, anak-anak dari tingkat SD hingga SMA juga turut serta dalam menyemarakkan malam takbiran ini.
Ketua PHBI, Riskal, bersama tim takbiran, imam masjid Safrizal (Dejal), serta staf masjid seperti Evi Fardianda, Syukra, Agus, Reza, Ade Roen, Togar, dan Iyong turut ambil bagian dalam acara ini. Sekretaris desa, Habibie, juga hadir untuk memastikan kelancaran acara.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak dari DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) yang berpartisipasi, panitia membagikan snack, sementara bagi orang tua dan warga desa disediakan makan bersama dengan hidangan khas kuah belangon.
Keuchik Gampong Pante Perak, Musliadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat dan aparatur gampong yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.
Ia juga menegaskan bahwa pawai takbiran tahun depan akan kembali dilaksanakan dengan lebih meriah sebagai bentuk semangat dalam menyambut Hari Raya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan malam takbiran, tetapi juga sebagai momen kebersamaan bagi seluruh warga desa.
Dengan semangat gotong royong dan kekompakan yang ditunjukkan, diharapkan tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.














