Aceh Barat Daya – Suasana penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya tahun ini.
Di bawah kepemimpinan Aan Lamud, Ketua Pemuda Gampong Lama Tuha, acara HUT berlangsung meriah dan penuh makna, dibuktikan dengan rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan yang turut melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda dan pemudi.

Salah satu bentuk perayaan yang menarik perhatian adalah penyembelihan satu ekor sapi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.
Sapi yang disembelih tersebut dibeli seharga Rp10 juta dari kas pemuda, menunjukkan kekompakan dan kemandirian organisasi pemuda dalam mengelola keuangan serta kontribusi nyata dalam kehidupan sosial masyarakat gampong.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pemuda dan pemudi Gampong Lama Tuha semakin kompak, solid, dan terus aktif dalam setiap kegiatan sosial maupun pembangunan desa,” ungkap Aan Lamud.
Aan juga menekankan bahwa peringatan HUT pemuda bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai momen refleksi dan konsolidasi kekuatan pemuda dalam memajukan gampong.
“Ini bukan sekadar pesta, tapi wujud nyata kolaborasi, solidaritas, dan keinginan bersama untuk menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain makan bersama, kegiatan HUT juga diisi dengan pembaca samadiah bersama, sebuah tradisi keagamaan yang kental dalam budaya Aceh sebagai bentuk doa dan harapan keberkahan untuk gampong dan seluruh warganya.
Kegiatan ini diikuti oleh para tokoh masyarakat, perangkat desa, dan tentu saja para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Gampong Lama Tuha.
Yang tak kalah menyentuh adalah penyaluran santunan kepada anak yatim, yatim piatu dan piatu yang menjadi agenda rutin dalam setiap kegiatan besar yang dilaksanakan pemuda.
Dana santunan ini sepenuhnya bersumber dari kas pemuda, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap sesama dan semangat berbagi yang menjadi nilai utama organisasi tersebut.
“Alhamdulillah, kita bisa menyisihkan sebagian kas untuk membantu adik-adik kita yang yatim. Ini bukan hanya kewajiban sosial, tapi bentuk rasa syukur dan komitmen kita sebagai pemuda terhadap lingkungan sekitar,” ujar Aan.
Yang menarik dari organisasi pemuda Gampong Lama Tuha adalah pengelolaan kas yang transparan dan profesional. Saat ini, kas pemuda mencapai hampir Rp40 juta, yang diperoleh dari hasil kerja sama usaha dan kegiatan mandiri lainnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi modal dalam pelaksanaan kegiatan sosial, tapi juga menjadi inspirasi bagi organisasi pemuda di gampong lain.
“Ke depan, kita berharap bisa membentuk unit usaha pemuda yang lebih besar lagi, agar bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi anggota dan meningkatkan kontribusi sosial kita,” ungkap Aan.
Kegiatan HUT pemuda ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Keuchik (Kepala Desa) Gampong Lama Tuha, Abdullah menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat dan kreativitas para pemuda.
“Kita sangat mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Saya harap semangat ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar beliau.
Dukungan dari masyarakat juga terlihat dari antusiasme dalam menghadiri seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari anak-anak, orang tua, hingga tokoh adat dan agama turut hadir dan memberikan doa serta semangat kepada para pemuda.
Dengan perayaan HUT yang berlangsung meriah namun tetap bermakna, pemuda Gampong Lama Tuha telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya generasi penerus, tetapi juga penggerak utama pembangunan sosial dan ekonomi desa.
Aan Lamud menutup perayaan dengan harapan agar pemuda semakin solid dan menjadi contoh bagi gampong-gampong lain di Aceh.
“Mari terus kita jaga semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial. Karena pemuda yang kuat adalah cerminan dari gampong yang hebat,” tutupnya.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa dengan niat baik, manajemen yang baik, dan semangat kebersamaan, pemuda bisa menjadi pilar utama kemajuan dan ketahanan sosial di tingkat desa.














