Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Pengembangan Kota Blangpidie Mengarah ke Timur, Warga Harap Pemerintah Buka Jalan Dua Jalur

Kawasan ini menjadi semakin strategis setelah pemerintah mulai membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di lokasi yang sama. 

IMG 20250803 111948
Elizar Lizam

Aceh Barat Daya – Arah pengembangan Kota Blangpidie kini semakin jelas bergerak ke timur, tepatnya ke kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie. Hal ini terlihat dari pesatnya pembangunan dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di daerah tersebut.

Beberapa pusat perbelanjaan dan layanan publik modern telah hadir di sana, seperti swalayan An Nahla, Indomaret, swalayan Sejahtera, Mr.DIY, WeDrink Eskream, serta AW Kupi. Selain itu, terdapat pula fasilitas kesehatan seperti Klinik RMC.

Kawasan ini menjadi semakin strategis setelah pemerintah mulai membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di lokasi yang sama.

Keberadaan MPP tentu akan memperbesar arus kendaraan dan masyarakat yang datang, sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memadai menjadi sangat mendesak.

Warga dan pelaku usaha pun mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pelebaran jalan menjadi dua jalur guna mengurangi kemacetan yang kini mulai terasa, terutama di jam-jam sibuk.

“Setiap pagi dan sore hari, jalan di sini sangat padat. Mobil dan sepeda motor sering berdesakan, apalagi banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan,” ujar Elizar Lizam, salah seorang warga setempat, Minggu (3/8/2025).

BACA JUGA:  Sambut Asesor Izin Doktoral, Warek  IAIN Langsa: Langkah Penting sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Islam

Menurut Adun sapaan akrabnya, keberadaan swalayan dan gerai modern telah mengubah wajah desa menjadi kawasan niaga yang aktif. “Sudah selayaknya jalan di sini dibuka dua jalur, mengingat padatnya kendaraan yang lalu lalang setiap hari,” tambahnya.

Dewan pembina Kadin Aceh Barat Daya ini juga mengingatkan agar perluasan jalan nantinya merujuk pada patok DMJ (Dinas Marga Jerman) yang telah dibuat pada era 1980-an, saat ada proyek pembangunan jalan kerja sama dengan Pemerintah Jerman.

Patok-patok tersebut, menurut sejumlah tokoh masyarakat, masih bisa dijadikan acuan untuk batas jalan yang adil dan historis.

“Kami berharap masyarakat juga bersedia menyerahkan tanah sesuai dengan patok DMJ yang sudah ditetapkan sejak dahulu, agar proses pembukaan jalan bisa berjalan lancar,” katanya.

Diakui Adun, pembangunan MPP bertujuan untuk memudahkan akses layanan publik dalam satu lokasi terpadu.

“Mall Pelayanan Publik akan menjadi pusat layanan administrasi bagi masyarakat, mulai dari pelayanan perizinan, catatan sipil, pajak, hingga layanan kepolisian dan keimigrasian,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Zakat di Era Bencana, Solusi Spiritual atau Instrumen Keadilan Sosial

Pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pelebaran jalan, menurutnya sangat penting untuk menunjang kelancaran layanan publik ke depan.

Ditegaskannya, pihaknya siap mendukung wacana pelebaran jalan tersebut demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

“Kepadatan kendaraan di kawasan Geulumpang Payong memang perlu mendapat perhatian serius. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah jika pelebaran jalan direalisasikan,” ujarnya.

Meskipun wacana pelebaran jalan disambut baik, namun tantangan tetap ada, terutama dalam hal pembebasan lahan. Pemerintah daerah diharapkan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan memastikan prosesnya transparan.

“Kami berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi dengan menyerahkan tanah sesuai batas DMJ. Jika ini berhasil, maka Geulumpang Payong bisa menjadi pusat pertumbuhan baru yang lebih tertata,” tutup Adun.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *