Aceh Barat Daya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kegiatan donor darah di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Abdya, Sabtu (28/6/2025).
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh jajaran kepolisian, TNI, serta masyarakat yang ikut ambil bagian mendonorkan darah.
Ketua PMI Abdya, Nurdianto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk dukungan terhadap institusi Polri dalam menyemarakkan HUT Bhayangkara ke-79, serta wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah Aceh Barat Daya.
“Donor darah ini bukan hanya untuk memperingati HUT Bhayangkara, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen PMI dalam memastikan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) dengan bekerja sama dengan dokter dari RSUD Teungku Peukan tetap aman dan mencukupi. Selain donor darah, kami juga melakukan sosialisasi pentingnya donor darah rutin kepada masyarakat serta membagikan brosur edukatif,” ujar Nurdianto di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Aceh Barat Daya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien yang membutuhkan transfusi, baik karena kecelakaan, melahirkan, maupun penyakit kronis.
“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa donor darah adalah bentuk kepedulian sosial yang sederhana namun sangat berarti. Setiap tetes darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa,” tambahnya
Kegiatan donor darah yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh puluhan personel Polres Abdya, anggota TNI dari Kodim 0110 Abdya, pegawai instansi pemerintah, serta warga sipil.
Tim medis dari RSUD Teungku Peukan dan PMI dikerahkan untuk memastikan proses donor darah berjalan lancar, aman, dan sesuai protokol kesehatan.
Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Agus Sulistianto, mengapresiasi inisiatif PMI dan menegaskan bahwa Polri selalu siap bersinergi dengan semua elemen masyarakat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
“Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan sosial seperti donor darah ini. Kami sangat mengapresiasi peran PMI Abdya yang telah berkontribusi besar,” kata Kapolres.
Ia juga mengungkapkan bahwa partisipasi personel Polres dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen institusi kepolisian dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Selain kegiatan donor darah, PMI Abdya juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya donor darah rutin. Edukasi diberikan melalui pembagian brosur yang memuat informasi seputar manfaat donor darah, syarat menjadi pendonor, serta mitos dan fakta seputar donor darah.
Para peserta yang telah mendonorkan darah juga diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari PMI.
“Kami percaya bahwa edukasi sangat penting. Masih banyak masyarakat yang takut atau enggan mendonorkan darah karena kurang informasi. Oleh karena itu, melalui brosur ini kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa donor darah itu aman dan menyehatkan,” ujar Nurdianto lagi.
Ia menyebutkan bahwa donor darah secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor, karena membantu memperlancar sirkulasi darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.
PMI Abdya juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya dalam momen peringatan hari besar seperti HUT Bhayangkara, tetapi juga secara berkala sepanjang tahun.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi instansi yang ingin bekerja sama menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kita ingin memastikan tidak ada pasien yang kekurangan darah di saat genting,” tegas Nurdianto.
Kegiatan donor darah di Mapolres Abdya ini menjadi simbol nyata sinergi antara institusi kepolisian dan lembaga kemanusiaan seperti PMI dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Tak hanya menyemarakkan HUT Bhayangkara ke-79, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang sehat dan kuat.
PMI Aceh Barat Daya berharap momentum ini dapat memicu semangat masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam kegiatan sosial, khususnya donor darah.
Dengan semakin banyaknya pendonor sukarela, diharapkan tidak ada lagi pasien yang mengalami keterlambatan atau kekurangan darah saat dibutuhkan.
“Donor darah adalah tindakan kecil dengan dampak yang besar. Mari kita jadikan ini sebagai gaya hidup dan bagian dari tanggung jawab sosial kita,” pungkas Nurdianto.














