PRINGSEWU – Polemik menu Program Makan Bergizi (MBG) di SLB Negeri Pringsewu berlanjut ke meja koordinasi lintas sektor. Sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program ini menggelar pertemuan pada Selasa (23/9/2025) untuk membahas keluhan orang tua dan kritik publik terkait porsi dan kualitas makanan.
Rapat koordinasi itu dihadiri oleh pihak sekolah SLB Negeri Pringsewu, perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringsewu Utara, Camat Pringsewu, serta Kapolsek Pringsewu.
Camat Pringsewu, Christianto Hariadinata Sani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pertemuan menghasilkan tiga kesepakatan penting. Pertama, SPPG berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap kualitas dan kesesuaian menu makanan yang disediakan untuk siswa SLB.
“Kami sepakat bahwa pengawasan tidak boleh longgar. Pihak SPPG akan memperketat pengendalian menu agar tidak terjadi lagi keluhan serupa dari orang tua,” ujar Christianto.
Kedua, pihak SPPG diminta lebih transparan dalam penyajian menu. Setiap pekan, daftar menu untuk satu minggu ke depan akan diberikan kepada pihak sekolah. Dengan begitu, wali murid bersama pihak sekolah dapat melakukan pengawasan langsung terhadap kesesuaian makanan yang diterima siswa.
Ketiga, rapat evaluasi akan digelar rutin satu hingga dua kali dalam sebulan. Forum ini akan melibatkan perwakilan SPPG, sekolah, dan wali murid. Tujuannya untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan keberlanjutan program sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Christianto menegaskan bahwa hasil koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari keluhan orang tua siswa dan sorotan publik yang sempat viral di media sosial.
“Kita ingin memastikan anak-anak di SLB tetap mendapatkan haknya atas makanan bergizi. Program MBG harus berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Sebelumnya, Program MBG di SLB Negeri Pringsewu menuai kritik setelah sejumlah orang tua mengunggah foto menu dengan porsi yang dinilai kecil dan tidak sesuai standar gizi. Foto-foto tersebut pertama kali dibagikan melalui akun Facebook, lalu menyebar luas hingga memicu beragam komentar warganet. ( Davit )








