Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Putra Pulau Siumat Simeulue Raih Gelar Magister, Bukti Anak Daerah 3T Mampu Bersaing

Safii, putra Pulau Siumat Simeulue, resmi meraih gelar Magister Administrasi Pendidikan (M.Pd) di USK. (Foto: Ist).

BANDA ACEH – Keterbatasan geografis dan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Safii, putra kelahiran Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, untuk meraih pendidikan tinggi. Pria yang akrab disapa Ing di kampung halamannya ini berhasil menyandang gelar Magister Administrasi Pendidikan (M.Pd) dari Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, pada tahun 2026.

Pulau Siumat dikenal sebagai salah satu wilayah terluar dan terpencil di Kabupaten Simeulue. Akses transportasi yang terbatas serta sulitnya ketersediaan air bersih menjadi tantangan utama masyarakat setempat. Pulau ini terpisah dari ibu kota kabupaten oleh laut sejauh sekitar 11 mil dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam menggunakan transportasi laut, itu pun bergantung pada kondisi cuaca.

Safii lahir dan tumbuh besar di tengah keterbatasan tersebut. Namun, kondisi itu justru menempa semangatnya untuk terus belajar dan berjuang. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan berprestasi di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan amanah sebagai Ketua OSIS SMP Negeri 3 Simeulue Timur semasa duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Swasta Pulau Siumat yang ia selesaikan pada tahun 2000. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 3 Simeulue Timur dan lulus pada tahun 2002, serta SMA Negeri 1 Sinabang pada tahun 2006. Ketekunan dan semangat belajarnya membawanya diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, hingga meraih gelar Sarjana (S1) pada tahun 2010.

Tak berhenti sampai di sana, Safii melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister pada Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Melalui kerja keras dan kedisiplinan tinggi, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu tiga semester.

Puncak perjuangannya ditandai dengan keberhasilan mempertahankan tesis berjudul “Manajemen Peran Serta Masyarakat di Satuan Pendidikan Satu Atap Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) Kabupaten Simeulue”. Sidang tesis tersebut dilaksanakan di Ruang 1 Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (15/1/2026).

Dalam sidang tersebut, satu orang profesor dan tiga orang doktor selaku penguji menyatakan Safii lulus dan berhak menyandang gelar akademik Magister Pendidikan (M.Pd). Penelitiannya dinilai relevan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan pendidikan di wilayah 3T, khususnya dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam satuan pendidikan satu atap.

Selain aktif di bidang akademik, Safii juga dikenal sebagai aktivis kampus. Ia pernah menjadi salah satu pentolan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsyiah. Pengalaman organisasi tersebut turut membentuk kepemimpinan dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Prestasi ini menjadikan Safii sebagai putra kelahiran Pulau Siumat pertama yang berhasil meraih gelar Magister. Capaian tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Pulau Siumat serta generasi muda Simeulue untuk tidak ragu bermimpi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dihubungi secara terpisah, Safii membenarkan bahwa selama menempuh pendidikan Magister Administrasi Pendidikan, ia juga berhasil menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terindeks SINTA 2. Artikel tersebut telah melalui proses verifikasi Standar Jaminan Mutu (SJM) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Mantan Koordinator Ketua Kepala Sekolah Penggerak Kabupaten Simeulue ini berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

“Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan, terutama di satuan pendidikan di daerah 3T,” ujar Safii dan juga juara 2 Kepala sekolah dedikatif se propinsi Aceh tahun 2003.

Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, hal tersebut tidak mematahkan tekadnya untuk terus berjuang. Baginya, pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah masa depan, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Di akhir pernyataannya, Safii yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN–SMP Satu Atap Pulau Siumat menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing tesis, para guru di Pulau Siumat, serta keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan dan doa, sehingga seluruh proses pendidikan dapat diselesaikan tepat waktu.

Penulis: TimEditor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *