Machfud menyebutkan, akibat disebarkannya video seorang pemuda yang dibacok dan berlumuran darah oleh WD tersebut, menjadi gaduh ditengah masyarakat dan bahkan pengguna jalan trauma melintasi jalan tersebut.
“Padahal kejadian tersebut bukan di Kabupaten Nagan Raya, sebagaimana disebutkan oleh penyebar di salah satu medsos.Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Polres Nagan Raya mengamankan pelaku untuk diminta keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.
AKP Machfud mengatakan, kini penyebar video hoaks tersebut dan telah diamankan di Mapolres Nagan Raya, guna untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, agar dapat di proses sesuai dengan UU ITE.
“Saat penangkapan WD turut kita amankan 1 unit handphone android, jenis realme GT master warna silver,” pungkasnya.













