Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Aktivitas Galian C Diduga Ilegal di Desa Silau Maraja Resahkan Warga

aktivitas galian c ilegal
Dumtruck dan eksavator sedang melakukan aktivitas galian C ilegal di Dusun 1 Desa Silau Maraja Kecamatan Setia Janji Kabupaten Asahan, Sumut, Selasa (6/2/2024). (foto: Harian Daerah/Syahrial)

ASAHAN– Masyarakat sekitar Dusun 1 Desa Silau Maraja Kecamatan Setia Janji sudah mulai resah akibat dampak kegiatan galian C yang diduga ilegal yang sudah beroperasi sejak bulan November 2023 lalu.

Kepada wartawan, warga setempat mengeluhkan bahwa pihaknya sudah resah dengan dampak aktivitas galian C tersebut.

“Kami sudah resah lah bang dampak dan sebab akibat dari kegiatan galian C yang tidak memiliki plank usaha itu, cobalah abang lihat situasi sekarang ini bang, debu sudah menghiasi atap rumah kami yang di akibatkan dari hilir mudiknya Damtruk pengangkut tanah dari lokasi galian C,” ucap salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya, Selasa (06/02/2024).

Sebut sumber ini, hampir tidak adalagi udara bersih didalam rumahnya, belum lagi suara berisik yang diakibatkan dari hilir mudiknya dumtruck yang lalu didepan rumahnya.

“Dan dampak jalan lintas desa yang semakin semakin rusak, wajarkan jika kami selaku warga mengeluh bang, jangan pengusaha galian C yang rumahnya entah dimana semakin kaya dan hidup nyaman di rumahnya, sementara kami yang menanggung dampak dari usaha galian C yang diduga ilegal itu,” pungkas warga yang menjadi sumber media ini.

BACA JUGA:  Tim Supervisi TP-PKK Provinsi Sumatera Utara Kunjungi Kabupaten Asahan

Sementara, saat tim wartawan investigasi langsung ke lokasi galian C, memang tim wartawan tidak melihat adanya plank perusahaan yang bertanggung jawab dengan usaha galian C yang berada di Dusun 1 Desa Silau Maraja Kecamatan Setia Janji, Selasa (06/02/2024).

Melalui petugas galian C yang berinisial “R” yang bertugas sebagai pencatat keluar masuknya Damtruck yang mengangkut tanah dari lokasi galian C, didapat informasi jika galian C melayani Damtruck untuk para pengerajin Batu Bata, dan kalau soal izinnya tim wartawan diminta “R” menghubungi mantan Provos yang berinisial  “SH”.

“Kami melayani tanah untuk para pengerajin Batu Bata bang, dan kalau soal izinnya abang tanyakan saja sama Pak “SH” mantan Provos bang, abang jumpai saja di usaha warungnya di terminal bang, semua orang kenal dengan “SH” bang, apalagi saat ini “SH” itu maju sebagai Caleg dari Dapil 7 ini bang,” ungkap R.

BACA JUGA:  Sah! Seluruh Provinsi Di Indonesia Kini Punya UU Sendiri

Sementara Supri Agus (52) selaku pengamat lingkungan hidup dan Tokoh Masyarakat kabupaten Asahan, kepada awak media mengatakan, siapapun dan apapun dalilnya selagi usahanya tidak mengantongi izin dan berdampak terhadap kehidupan di lingkungannya, maka pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Asahan harus mengambil tindakan tegas, dan kiranya Polres Asahan di bawah kepemimpinan Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi, S.I.K, M.M, M.H kita berharap tindakan yang tidak pandang bulu, siapapun yang melakukan pelanggaran hukum harus ditindak.

“Karena apa, galian C inikan diduga ilegal, otomatis barang yang dihasilkan juga ilegal, dan Sesuai pasal 480 KUHP, barang yang dibeli atau disewa dari hasil kejahatan itu dapat dipidana. Nah untuk pembelinya tanahnya juga bisa di kategori dari penadah, ancaman hukumannya bisa 4 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *