Aceh Barat Daya – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh di perantauan.
Kali ini, ia membantu memfasilitasi pemulangan jenazah seorang warga Aceh Barat Daya (Abdya), almarhum Suardi Akob, yang meninggal dunia di Malaysia pada Kamis (11/9/2025) lalu.
Pemulangan jenazah dilakukan setelah Haji Uma menerima surat permohonan bantuan dari Keuchik Gampong Geulanggang Batee, Kecamatan Lembah Sabil, yang mewakili pihak keluarga almarhum.
Menindaklanjuti hal tersebut, Haji Uma berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh untuk memproses kepulangan jenazah.
“Setelah semua administrasi diselesaikan, jenazah dipulangkan melalui Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, lalu dibawa dengan ambulans menuju kampung halamannya di Abdya,” ujar Rusmadi, petugas BP3MI Aceh yang ikut mendampingi pemulangan jenazah, Senin (15/9/2025).
Jenazah diberangkatkan dari Kualanamu menggunakan ambulans yang difasilitasi oleh Haji Uma, termasuk pembiayaan kargo dari bandara. Perjalanan darat memakan waktu sekitar 13 jam.
Setibanya di Tapaktuan, ambulans telah ditunggu oleh tim BP3MI yang kemudian turut mendampingi hingga ke rumah duka di Gampong Geulanggang Batee.
Jenazah tiba pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.45 WIB, dan diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 06.20 WIB disaksikan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Suasana duka menyelimuti proses serah terima jenazah, diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat.
Hadir pula Keuchik Geulanggang Batee Kasrianto, perwakilan DPMTSP Nakertrans Abdya Rita Fadhillah, LO Haji Uma di Abdya Jimmy Pratama, serta tokoh gampong.
Menurut keterangan keluarga, almarhum Suardi Akob meninggal secara mendadak. Saat itu ia mengeluh sakit di bagian punggung, yang awalnya dianggap hanya masuk angin.
Namun tak lama berselang, anak sulungnya, Muradi Maulizar, menemukan sang ayah sudah tidak bernyawa.
“Awalnya beliau hanya merasa tidak enak badan. Anaknya sempat membelikan nasi, tapi ketika kembali, almarhum sudah meninggal dunia,” tutur Ismail, salah satu kerabat almarhum.
Muradi Maulizar saat ini bekerja di Malaysia, Paradila Fitria masih menempuh pendidikan di Pesantren Darul Wusta Labuhan Haji, sementara si bungsu, Uswatun Fadilah, masih duduk di bangku SMP.
Dalam komunikasi dengan keluarga, Haji Uma menyampaikan duka cita yang mendalam serta memohon maaf karena tidak dapat ikut mengantar jenazah hingga ke rumah duka lantaran sedang melaksanakan tugas di Jakarta.
“Saya meminta kepada keluarga agar sabar dan tabah. Kita doakan semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BP3MI Aceh dan Persatuan Masyarakat Aceh di Malaysia yang ikut membantu proses pemulangan,” ujar Haji Uma.
Keluarga almarhum menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Haji Uma yang telah membantu memulangkan jenazah keluarga kami dari Malaysia hingga ke kampung halaman,” kata Ismail.
Kepala BP3MI Aceh, Rusmadi, menegaskan bahwa pihaknya selalu siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perlindungan pekerja migran Indonesia, termasuk dalam kondisi darurat seperti pemulangan jenazah.
“Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi PMI. Kami berterima kasih kepada Haji Uma yang telah ikut turun tangan membantu, sehingga proses kepulangan jenazah berjalan lancar,” ungkapnya.
Dengan adanya kerja sama antara pejabat daerah, BP3MI, dan masyarakat, proses pemulangan jenazah almarhum Suardi Akob dapat terlaksana dengan baik. Kehadiran negara dan wakil rakyat dalam kondisi seperti ini diharapkan terus menjadi jaminan bagi warga Aceh di perantauan.














