Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Lintas Jambak-Sikundo Longsor, Warga Minta Pemerintah Tak Dianaktirikan

Longsor
Warga Desa Sikundo Saat Melaksanakan Gotong Royong di Lintasan Jambak-Sikundo yang Tertimbun Longsor. Jumat (10/3/2023). (Foto: hariandaerah.com/Fadhil).

MEULABOH – Akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Aceh Barat, Akses jalan di daerah lintas Jambak-Sikundo mengalami longsor sehingga mengakibatkan para tenaga pengajar dan murid tidak bisa melintas dijalur tersebut.

Hal itu disampaikan, Geuchik Desa Sikundo, Banta Saidi ketika dihubungi awak media hariandaerah.com, Jumat (10/3/2023).

“Akses terputus desa sikundo dan jambak,anak sekolah berserta guru terhambat tidak bisa melintas. Kejadian sekitar jam 21:00 WIB Kamis malam (9/3/2023),” kata Banta Saidi

Lebih lanjut Banta Saidi mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun di khawatirkan apabila kondisi serupa terus berulang terjadi, terlebih dinding yang membatasi atara gunung dengan badan jalan yang cukup rawan, sehingga bisa kembali membuat akses terputus.

BACA JUGA:  PL-KUMKM Kabupaten Kota Se-Indonesia, Diskopukmdag Banda Aceh Raih Penghargaan Peringkat ke-5

“Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, Pemerintah harus mencari solusi penanganan gunung yang tepat disamping badan jalan, agar kalau longsor terjadi tak langsung menimbun jalan, inikan sayang anak anak sama guru tidak bisa bersekolah karena musibah seperti ini,” tuturnya.

“Kami tidak meminta jalur ini bisa diaspal, mungkin suatu impian yang berat bagi Pemerintah untuk bisa dilakukan pengaspalan diwilayah kami. Kami cuma meminta bisa dilakukan pengerasan (Serak Kerikil) itu saja yang kami harap kepada Pj. Bupati Mahdi Efendi,” ucapnya mewakili aspirasi warga Sikundo.

Sejauh ini kata Banta Saidi, kejadian longsor di lintasan tersebut sudah ditangani oleh warga setempat dengan bergotong-royong mengingat jalur tersebut dilewati para guru dan anak sekolah.

BACA JUGA:  Majelis Hakim Vonis 1,6 Tahun Penjara, Ini Hal yang Ringankan Hukuman Eliezer

“Sudah dibersihkan oleh warga setempat dengan cara bergotong royong,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Banta Saidi berharap, agar pemerataan pembangunan harus diperhatikan lagi oleh Pemerintah setempat, seperti di kawasan pedesaan.

“Sehingga setiap insfrastruktur yang dibangun bisa pula untuk siaga bencana agar tak memakan korban jiwa nantinya,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *