Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Perumda Tirta Abdya Target Selesaikan 21 Titik Kebocoran dalam Sebulan, Tarif Air Diupayakan Turun Jadi Rp2.000/Kubik

Di bawah kPerumda menargetkan penyelesaian seluruh titik kebocoran pipa dalam waktu sebulan, serta mengusulkan penurunan tarif air minum dari Rp2.500 menjadi Rp2.000 per meter kubik.

IMG 20250604 104631
Silahturahmi Plg. Direktur Perumda Air Minum Tirta Aceh Barat Daya bersama awak media

Aceh Barat Daya – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Aceh Barat Daya (Abdya) memulai babak baru dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan direktur yang baru, Perumda menargetkan penyelesaian seluruh titik kebocoran pipa dalam waktu sebulan, serta mengusulkan penurunan tarif air minum dari Rp2.500 menjadi Rp2.000 per meter kubik.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Plt. Direktur Perumda Tirta Abdya, RM Riza Ariffiandi, saat coffe morning bersama wartawan, Rabu (4/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa sejak dirinya mulai memimpin, pihaknya telah menerima laporan mengenai 21 titik kebocoran jaringan pipa yang tersebar dari Kecamatan Lembah Sabil hingga Kecamatan Jeumpa.

“Sejak kami masuk ke Perumda Air Minum Tirta Abdya ini, kami sudah mendapatkan laporan adanya identifikasi 21 titik kebocoran. Per tanggal 3 Juni, kebocoran-kebocoran tersebut sudah mulai kami tangani,” ungkap Riza.

Menurutnya, sebagian besar kebocoran terjadi pada pipa-pipa yang baru selesai dikerjakan dan masih dalam masa pemeliharaan.

Oleh sebab itu, Perumda telah langsung berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk mempercepat proses perbaikan. Salah satu kebocoran besar yang berada di depan lapangan Pante Pirak telah berhasil diperbaiki.

Tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, Riza juga memperkenalkan sistem penanganan laporan masyarakat yang lebih cepat.

Perumda kini menerapkan standar penanganan aduan maksimal 1×24 jam. Masyarakat diminta untuk melaporkan semua kendala terkait air bersih melalui satu pintu, yakni layanan hotline resmi di nomor 0852-8285-7842.

“Kami ingin semua laporan masyarakat masuk melalui satu saluran agar tim kami di lapangan bisa bekerja secara lebih efektif dan terarah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Reses lll, Safaruddin Serap Aspirasi Masyarakat Keude Paya Abdya

Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan pelayanan dan efisiensi, yang menurut Riza merupakan kunci untuk membangun kepercayaan publik kembali terhadap perusahaan.

Dalam gebrakan selanjutnya, Perumda Tirta Abdya sedang mengusulkan penurunan tarif air minum dari Rp2.500 menjadi Rp2.000 per meter kubik.

Usulan ini, meskipun masih dalam tahap pembahasan dengan pihak-pihak terkait, diharapkan bisa segera terealisasi.

“Langkah ini kami ambil agar pelayanan kami makin terjangkau dan masyarakat bisa langsung merasakan manfaat dari peningkatan kinerja kami,” tegas Riza.

Penurunan tarif ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat sekaligus bukti bahwa perbaikan pelayanan bukan hanya retorika, tetapi juga membawa dampak nyata dan langsung bagi warga.

Satu hal baru yang juga diperkenalkan adalah sistem penagihan yang lebih berbasis komunitas. Ke depan, Perumda akan bekerja sama dengan aparat Gampong dalam proses penagihan iuran pelanggan.

“Penagihan akan diarahkan kepada Keuchik. Setiap Keuchik nantinya akan menunjuk satu petugas tagihan di Gampong mereka masing-masing. Untuk itu, akan ada kompensasi yang diberikan kepada petugas untuk setiap lembar tagihan,” jelasnya.

Strategi ini bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama atas pentingnya air bersih.

Meski sejumlah pembenahan telah dilakukan, Riza tidak menutupi bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait jumlah pelanggan aktif. Dari total 3.860 pelanggan yang terdaftar, hanya 1.669 yang tercatat aktif membayar tagihan air.

“Kami akui, selama ini masih kurang dalam hal sosialisasi. Banyak masyarakat belum paham pentingnya layanan air bersih yang berkelanjutan. Ini menjadi tugas besar kami ke depan untuk memperbaikinya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polres Aceh Barat Daya Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Desa Ie Lhop

Perumda berkomitmen untuk memperbanyak komunikasi dengan warga melalui berbagai platform, termasuk media sosial, pertemuan warga, hingga kerja sama dengan perangkat desa.

Dalam kesempatan itu, Riza juga menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang membangun dan solutif. Ia mengajak para wartawan menjadi mitra kritis namun konstruktif dalam proses pembenahan Perumda.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Justru itu yang kami butuhkan agar kami bisa terus berbenah. Kami berharap wartawan menjadi corong pemberitaan yang membangun,” ucapnya.

Dengan serangkaian langkah tersebut, dari perbaikan infrastruktur, sistem laporan cepat, pengusulan penurunan tarif, hingga pelibatan masyarakat dalam penagihan, Perumda Tirta Abdya menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik, terjangkau, dan merata.

Riza optimistis bahwa jika semua program berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta pemangku kepentingan, maka dalam waktu dekat kepercayaan publik terhadap Perumda Tirta Abdya akan kembali pulih, bahkan meningkat.

“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penyedia air minum, tapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik, setidaknya setelah saya keluar ada hal-hal baik yang saya tinggalkan,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *