Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Komite Pemekaran Akan Grudug DPRD dan Pemrov Jateng, Desak Usulan Pemekaran Segera di Paripurnakan

IMG 20251103 WA0004
Komite Pemekaran gelar rapat evaluasi di Cafe Orange Minggu 02/11/2025 (Foto: hariandaerah.com/Haryoto).

BREBES – Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KPPKB) berencana kembali mendatangi DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 16 Desember 2025 mendatang. Komite ini ingin memastikan agar usulan pemekaran Kabupaten Brebes segera diparipurnakan dan diteruskan ke pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Pemekaran, Imam Santoso kepada awak media hariandaerah.com., dalam rapat evaluasi di Kafe Orange Paguyangan, Minggu (2/11/2025).

Ia menyebut, kedatangannya kembali ke Semarang bukan untuk konfrontasi, melainkan pengingat bahwa aspirasi masyarakat selatan Brebes semakin mendesak untuk diwujudkan Pemekaran.

“Kami hanya ingin mengingatkan, pemekaran ini lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar ambisi politik, melainkan ikhtiar serius untuk pemerataan pembangunan di wilayah selatan Brebes yang selama ini dinilai tertinggal.”ujarnya.

“Perjalanan kita adalah bagian dari perjuangan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur.Harapan kami, pada tahun 2026 Brebes Selatan dapat masuk dalam moratorium empat usulan kabupaten baru. Siapa pun yang memimpin nanti harus tetap satu visi dan misi untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Imam.

Imam menambahkan, status moratorium pemekaran daerah tidak seharusnya menjadi penghalang bagi Pemerintah Provinsi maupun DPRD Jawa Tengah untuk melanjutkan proses formal seperti sidang paripurna.

“Moratorium bukan alasan untuk tidak memparipurnakan. Justru paripurna harus dipenuhi agar kita siap ketika moratorium dicabut,” tegasnya

BACA JUGA:  Idul Adha 1447 H: Tani Merdeka Bagikan 41 Kambing dan 4 Sapi ke-17 Kecamatan di Brebes

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komite Pemekaran, Agus Setiono, SE M.Si ,kami akan kembali datang ke Semarang , rombongan dengan 20 bus. Ini bentuk keseriusan kami warga Brebes selatan untuk memperjuangkan haknya,” ujarnya.

Menurut Agus, langkah tersebut bukan simbol perlawanan, melainkan dorongan agar Pemprov dan DPRD Jateng tidak menunda-nunda pembahasan paripurna pemekaran.“Kami berharap tahun ini bisa ada kepastian. Warga Brebes selatan sudah terlalu lama menunggu,” imbuhnya.

Acara rapat evaluasi dihadiri oleh jajaran pengurus komite, tokoh masyarakat, serta para kepala desa dari wilayah selatan Brebes. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut hasil audiensi KP2KB dengan DPRD Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah digelar sebelumnya pada 27 Oktober 2025,” Pungkasnya.

Gelombang dukungan terhadap pemekaran Brebes Selatan semakin meluas. Faqih Maulana, perwakilan kepala desa Kecamatan Paguyangan, menilai sudah saatnya Gubernur Jawa Tengah menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan mengajukan usulan paripurna kepada DPRD Provinsi.

“Kami mendorong Gubernur Jawa Tengah agar tidak menunda permohonan paripurna. Masyarakat sudah menunggu terlalu lama,” tegasnya.

Sementara Witno, tokoh masyarakat dari Kecamatan Bantarkawung, menilai pemekaran merupakan solusi strategis untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

BACA JUGA:  Proyek Pompanisasi di Desa Cenang Gagal Fungsi, Petani Kecewa Pekerjaan Rekanan Diduga Tak Sesuai Standar

“Kami siap berada di garis depan mendukung perjuangan ini,” ucapnya.

Dukungan serupa juga datang dari Suid A.M.A., Kepala Desa Pagojengan. Ia menegaskan seluruh kepala desa di Kecamatan Paguyangan siap mendukung penuh perjuangan pemekaran.

“Tujuan pemekaran adalah mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini perjuangan yang mulia,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedy Anjar Priyanto, S.E., salah satu tokoh masyarakat yang hadir, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif terkait pemekaran.

“Jangan takut dan jangan mudah diprovokasi. Setelah pemekaran terwujud, pembangunan akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Mari kita beri pemahaman kepada masyarakat bahwa perjuangan ini untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Kegiatan silaturahmi dan evaluasi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menutup acara dengan doa bersama agar perjuangan pemekaran Brebes Selatan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.( Haryoto ).

Penulis

Penulis: Haryoto Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *